TVRINews, Jakarta
Pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (5/5/2025), mencerminkan respons investor terhadap sentimen global yang masih diliputi ketidakpastian. Penurunan tajam terjadi pada harga minyak dan crude palm oil (CPO), sementara nikel mencatatkan kenaikan, dan batu bara serta timah terpantau stabil.
Minyak Anjlok Akibat Kekhawatiran Oversupply
Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan, menyusul keputusan OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan global, terutama di tengah permintaan yang masih lesu akibat lambatnya pemulihan ekonomi global.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent ditutup melemah di level USD 60,23 per barel, turun USD 1,06 atau 1,7 persen. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), juga turun USD 1,16 atau 2 persen, ditutup di USD 57,13 per barel. Ini menjadi level penutupan terendah bagi kedua acuan minyak sejak Februari 2021.
CPO Tertekan, Harga Turun di Tengah Tekanan Ekspor
Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) juga mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan. Berdasarkan data dari Tradingeconomics, harga CPO turun 1,03 persen ke level MYR 3.827 per ton. Penurunan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap penurunan permintaan ekspor dari negara importir utama, serta pergerakan harga minyak nabati global.
Nikel Menguat Didukung Permintaan Industri
Berbeda dengan minyak dan CPO, harga nikel mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat (2/5). Berdasarkan Tradingeconomics, harga nikel naik 0,49 persen ke level USD 15.601 per ton. Kenaikan ini didorong oleh prospek positif permintaan nikel untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat.
Batu Bara dan Timah Tetap Stabil
Sementara itu, harga batu bara dan timah relatif tidak mengalami perubahan. Di bursa ICE Newcastle, Australia, harga batu bara kontrak pengiriman Juni 2025 masih berada di kisaran USD 102,35 per ton. Sedangkan harga timah berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME) bertahan di USD 30.698 per ton.
Pasar komoditas global menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (5/5/2025), mencerminkan respons investor terhadap sentimen global yang masih diliputi ketidakpastian. Penurunan tajam terjadi pada harga minyak dan crude palm oil (CPO), sementara nikel mencatatkan kenaikan, dan batu bara serta timah terpantau stabil.
Minyak Anjlok Akibat Kekhawatiran Oversupply
Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan, menyusul keputusan OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan global, terutama di tengah permintaan yang masih lesu akibat lambatnya pemulihan ekonomi global.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent ditutup melemah di level USD 60,23 per barel, turun USD 1,06 atau 1,7 persen. Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), juga turun USD 1,16 atau 2 persen, ditutup di USD 57,13 per barel. Ini menjadi level penutupan terendah bagi kedua acuan minyak sejak Februari 2021.
CPO Tertekan, Harga Turun di Tengah Tekanan Ekspor
Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) juga mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan. Berdasarkan data dari Tradingeconomics, harga CPO turun 1,03 persen ke level MYR 3.827 per ton. Penurunan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap penurunan permintaan ekspor dari negara importir utama, serta pergerakan harga minyak nabati global.
Nikel Menguat Didukung Permintaan Industri
Berbeda dengan minyak dan CPO, harga nikel mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat (2/5/2025). Berdasarkan Tradingeconomics, harga nikel naik 0,49 persen ke level USD 15.601 per ton. Kenaikan ini didorong oleh prospek positif permintaan nikel untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat.
Batu Bara dan Timah Tetap Stabil
Sementara itu, harga batu bara dan timah relatif tidak mengalami perubahan. Di bursa ICE Newcastle, Australia, harga batu bara kontrak pengiriman Juni 2025 masih berada di kisaran USD 102,35 per ton. Sedangkan harga timah berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME) bertahan di USD 30.698 per ton.
Baca Juga: Trump Lawan Tiga Negara Bagian: Drama Hukum Pil Aborsi Memanas!










