TVRINews – Tenerife, Kepulauan Kenari
Operasi repatriasi besar-besaran dilakukan di Tenerife setelah tiga kru dilaporkan meninggal dunia.
Sebuah operasi medis skala internasional skala besar dilakukan di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, seiring dengan evakuasi puluhan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi wabah Hantavirus yang mematikan.
Operasi dua hari yang dimulai sejak Minggu 10 Mei 2026 ini melibatkan koordinasi ketat antara Pemerintah Spanyol, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan sedikitnya sepuluh negara asal penumpang, setelah kapal tersebut sempat terombang-ambing di lepas pantai Cape Verde akibat penolakan sandar oleh otoritas setempat.
Protokol Kesehatan Ketat
Berdasarkan pantauan di lokasi, tim medis dengan pakaian hazmat lengkap melakukan penyaringan ketat terhadap penumpang sebelum mereka diizinkan meninggalkan dermaga.

(Para penumpang Spanyol mengenakan ponco plastik biru dan penutup kepala setelah meninggalkan kapal di Kepulauan Kenari. (Foto: Chris McGrath/The Guardian))
Penumpang asal Spanyol terlihat mengenakan ponco plastik biru dan penutup kepala medis saat dipindahkan menggunakan bus menuju bandara. Pesawat carteran telah disiapkan untuk menerbangkan warga negara dari Inggris, Belanda, Jerman, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Sebanyak 22 warga negara Inggris yang dievakuasi dilaporkan telah mendarat di Manchester pada Minggu malam. Mereka dijadwalkan menjalani karantina rumah sakit di Merseyside di bawah pengawasan ketat NHS.
"Berdasarkan penilaian kami, kekhawatiran akan terjadinya pandemi baru tidak akan terjadi," ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam konferensi pers di Tenerife.
Ia menegaskan bahwa karakteristik Hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena penularannya memerlukan kontak yang sangat dekat.
Dilema Diagnostik di Atas Kapal
Meski otoritas kesehatan berusaha meredam kepanikan, ketegangan sempat muncul terkait prosedur pengujian. Sekretaris Kesehatan Spanyol, Javier Padilla Bernáldez, mengungkapkan bahwa pengujian diagnostik PCR tidak dilakukan secara masif di atas kapal.

(Personel medis di pelabuhan Granadilla. (Foto: ANP))
Sebagai gantinya, kru medis hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan survei kesehatan mandiri.
"Inggris dan Amerika Serikat sempat meminta pengujian tambahan di atas MV Hondius, namun permintaan tersebut ditolak.
Namun, negara-negara tersebut diizinkan melakukan tes mandiri segera setelah pesawat meninggalkan bandara," jelas Bernáldez.
Status Awak dan Penumpang
Kapal MV Hondius tiba di Kepulauan Kenari dengan membawa 146 orang setelah tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan delapan lainnya jatuh sakit. Sebagian besar awak kapal yang tersisa merupakan warga negara Filipina.

(Para penumpang Spanyol mengenakan ponco plastik biru dan penutup kepala setelah meninggalkan kapal di Kepulauan Kenari. (Foto: Chris McGrath/The Guardian))
Pemerintah Filipina mengonfirmasi bahwa dari 38 awak kapalnya, 24 orang staf perhotelan sedang dalam proses pemindahan ke Belanda untuk memulai masa karantina.
Sementara itu, 14 staf bagian mesin dan dek tetap berada di atas kapal sebagai kru inti untuk membawa kapal menuju pelabuhan akhir di Rotterdam.
Risiko Masa Inkubasi
Tantangan utama bagi otoritas kesehatan saat ini adalah masa inkubasi Hantavirus yang cukup luas, berkisar antara beberapa hari hingga delapan minggu.
Hal ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi terlihat sehat namun berpotensi menularkan virus sebelum gejala muncul.
Hingga saat ini, WHO terus melakukan koordinasi internasional untuk melacak individu yang telah meninggalkan kapal sejak wabah pertama kali terdeteksi sebulan lalu, termasuk upaya medis darurat di wilayah terpencil Tristan da Cunha, di mana seorang warga Inggris diduga terpapar virus tersebut.
Para penumpang yang telah dievakuasi kini diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 42 hingga 45 hari untuk memastikan rantai penyebaran virus benar-benar terputus.










