TVRINews – Richfield
Operasi pemadaman kebakaran hutan di Utah tetap dilanjutkan meski dua anggota kru udara gugur dalam tugas, dengan tingkat pengendalian api mencapai 24 persen.
Dua awak pesawat pemadam kebakaran dikonfirmasi meninggal dunia setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh di tengah upaya memadamkan kebakaran hutan skala besar di wilayah Utah tengah, Amerika Serikat.
Insiden tragis tersebut melibatkan helikopter Sikorsky S-64 Skycrane yang dioperasikan oleh perusahaan Helicopter Transport Services di bawah kontrak dengan Dinas Kehutanan Amerika Serikat (United States Forest Service).
Berdasarkan keterangan resmi, armada udara itu jatuh sekitar pukul 10.00 waktu setempat pada hari Jumat 7 Agustus 2026 di dekat Richfield, tepatnya di kawasan Waduk Three Creeks yang berada di sebelah barat daya kota tersebut dan dekat dengan sisi tenggara titik api Widemouth 2.
Pusat Koordinasi Kebakaran Antarlembaga Nasional (National Interagency Fire Center / NIFC) menyampaikan konfirmasi duka pada Sabtu 8 Agustus 2026 waktu setempat, sehari setelah kecelakaan terjadi.
Pihak NIFC menyatakan bahwa kedua korban mengalami luka fatal dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga serta rekan-rekan yang ditinggalkan.
Medan yang terjal serta kondisi api yang ekstrem sempat menyulitkan tim penyelamat untuk segera mencapai lokasi bangkai pesawat. Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi pada hari Sabtu, sementara identitas resmi kedua awak belum diumumkan kepada publik demi menghormati pihak keluarga.
Sebagai langkah pengamanan, NIFC telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di sekitar lokasi kejadian serta memberlakukan penutupan sejumlah akses jalan utama.
Wakil Komandan Insiden, Tyler Hecht, menjelaskan bahwa para petugas sempat mengambil jeda taktis untuk melakukan konsolidasi sebelum kembali melanjutkan misi pemadaman di udara maupun darat.
"Situasi ini tidak akan mengubah cara kerja kami," ujar Tyler Hecht. "Kami akan terus berjuang memadamkan api dan memanfaatkan dukungan pesawat untuk melindungi para petugas di lapangan."
Gubernur Utah, Spencer Cox, turut menyampaikan kepedulian mendalam dan menyebut tugas pemadaman kebakaran hutan sebagai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para awak yang bertugas. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kepolisian Jalan Raya Utah menggelar prosesi khusus pada Sabtu malam untuk mengantar kepulangan jenazah para petugas yang gugur tersebut.
Kebakaran hutan Widemouth 2 sendiri bermula dari sambaran petir di Hutan Nasional Fishlake pada 27 Juli lalu. Hingga kini, kobaran api telah melahap lebih dari 111.000 acre atau sekitar 45.000 hektar lahan, menempatkannya sebagai salah satu kebakaran hutan terbesar di Utah tahun ini.
Hingga hari Sabtu 8 Agustus, pejabat berwenang mencatat tingkat pengendalian api berada di angka 24 persen. Pergerakan api yang ekstrem, termasuk fenomena loncatan api jarak jauh, masih menjadi ancaman nyata bagi komunitas warga di sekitarnya.
Tragedi ini menjadi insiden fatal kedua yang melibatkan petugas pemadam kebakaran hutan di Utah sepanjang musim panas tahun ini. Sebelumnya, tiga petugas gugur pada bulan Juni lalu saat berupaya memadamkan kebakaran Knowles dan Gore di dekat perbatasan Colorado, disusul oleh satu korban jiwa lainnya yang meninggal akibat luka-luka dari insiden serupa.









