TVRINews – Teheran
Teheran mengajukan tiga syarat utama kepada Washington melalui mediasi Qatar, di tengah meningkatnya eskalasi militer regional yang melibatkan serangan rudal Houthi di Arab Saudi serta peringatan keamanan internasional.
Pemerintah Iran menyatakan telah menyampaikan kondisi dan prasyarat khusus kepada Amerika Serikat melalui perantara diplomatik di Doha, Qatar, guna meredakan ketegangan serta mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dewan Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Jazeera sabtu 19 september 2026. Rezaei merinci bahwa negosiasi tidak langsung ini mencakup tiga tuntutan mendasar dari Teheran.
"Kondisi utama kami meliputi penghentian perang secara menyeluruh di semua lini, pencairan aset dan dana Iran yang selama ini dibekukan, serta pencabutan blokade militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," ujar Rezaei dalam wawancara tersebut.
Selain membuka peluang diplomasi, Rezaei juga menegaskan kesiapan militer negaranya. Ia mengungkapkan bahwa Iran baru saja sukses menguji coba rudal balistik anti-kapal jenis baru. Menurutnya, Teheran tidak akan ragu menggunakan teknologi pertahanan tersebut apabila Washington memilih untuk memperluas cakupan perang total.
Di belahan kawasan lain, eskalasi militer tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kelompok Houthi di Yaman mengaku melancarkan serangan menggunakan rudal balistik serta pesawat nirawak (drone) yang menargetkan sejumlah instalasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta fasilitas perusahaan energi Aramco di Yanbu.
Kendati demikian, Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh upaya serangan yang mengarah ke wilayah teritorial kerajaan berhasil dicegah dan dipulatkan tanpa mengenai sasaran vital.
Koalisi secara tegas mengecam tindakan pihak Houthi yang terus menyasar infrastruktur sipil, seraya menyatakan bahwa pihaknya tetap memegang hak penuh untuk memberikan respons militer yang terukur.
Menanggapi situasi yang kian rentan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengeluarkan imbauan mendesak bagi warga negaranya yang berada di sembilan negara Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Washington memperingatkan bahwa ketegangan yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi berpotensi memburuk secara cepat.
Upaya diplomatik regional turut ditempuh oleh sejumlah negara tetangga. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Arab Saudi harus dihindarkan dari pusaran konflik yang lebih luas.
Fidan menambahkan bahwa Riyadh mungkin memerlukan dukungan pertahanan tertentu yang dapat dipenuhi melalui kerangka Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah yang baru saja disepakati.
Sementara itu, agenda diplomasi bilateral dijadwalkan berlangsung di Teheran. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, diagendakan melakukan kunjungan kerja ke ibu kota Iran untuk mengadakan serangkaian perundingan resmi dengan para pejabat tinggi setempat.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak membawa misi khusus untuk menyampaikan jawaban resmi Amerika Serikat atas proposal damai yang diajukan Teheran.










