TVRINews – Palestina
Eskalasi Ketegangan di Tepi Barat Rusak Musim Panen Zaitun
Musim panen zaitun di Tepi Barat tahun ini diwarnai oleh gelombang pembatasan akses dan insiden perusakan lahan pertanian. Pada Kamis 8 Oktober 2026, Berbagai laporan dari sumber lokal diantaranya Media Internasional Arab News menyebutkan bahwa aktivitas pertanian di wilayah Salfit dan sekitarnya mengalami hambatan signifikan di tengah berlangsungnya musim panen raya.
Di kawasan barat Deir Ballut, Distrik Salfit, alat berat militer Israel dilaporkan menutup sejumlah akses jalan pertanian menggunakan gundukan tanah. Tindakan tersebut membatasi mobilitas para petani lokal yang hendak menjangkau perkebunan mereka untuk memanen hasil bumi.
Rangkaian peristiwa ini terjadi bertepatan dengan momen krusial musim panen zaitun, di tengah peningkatan laporan insiden penyerangan terhadap petani Palestina di berbagai wilayah pendudukan. Sehari sebelumnya, insiden kekerasan di area Burqa dan Sahl Ramin bahkan dilaporkan memicu korban jiwa serta sejumlah korban luka-luka.
Tekanan terhadap para petani juga dilaporkan terjadi di kota Abwein, sebelah utara Ramallah, serta Desa Al-Laban Al-Sharqiya di selatan Nablus. Sumber-sumber setempat menyatakan bahwa para pemukim, yang berada di bawah pengawalan militer Israel, memaksa para petani meninggalkan lahan perkebunan mereka serta merusak kendaraan milik warga di lokasi kejadian.
Hingga kini, otoritas terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan seiring meningkatnya kekhawatiran atas keselamatan para petani Palestina yang mengandalkan musim panen zaitun sebagai sumber penghidupan utama mereka.










