TVRINews – Toronto
Ketegangan diplomatik memuncak setelah Washington menuntut kepatuhan kebijakan perdagangan, memicu ancaman tarif balasan dan langkah strategis sektor energi dari Ottawa.
Hubungan diplomatik dan perdagangan antara Kanada dan Amerika Serikat mengalami kemunduran tajam. Ottawa dijadwalkan mengumumkan serangkaian tarif balasan terhadap Amerika Serikat menyusul eskalasi retorika yang kian memanas di antara para pemimpin kedua negara.
Ketegangan ini bermula ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan agar para pemimpin Kanada segera menyelaraskan kebijakan atau menghadapi konsekuensi yang jauh lebih berat daripada tarif yang telah berlaku saat ini.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara terbuka menuding Washington berupaya melemahkan dan mensubordinasi sektor-sektor industri utama Kanada.
Sektor Otomotif dan Industri Strategis Jadi Titik Nadir
Konflik perdagangan ini kian meruncing setelah Perdana Menteri Mark Carney memutuskan mundur dari meja perundingan perdagangan dengan pemerintahan Trump.
Keputusan tersebut langsung direspons Washington dengan ancaman pengenaan tarif sebesar 50 persen pada kendaraan bermotor, suku cadang otomotif, serta baja asal Kanada.
“Kami belajar selama perundingan bahwa pihak Amerika ingin menghancurkan industri utama kami, termasuk otomotif, baja, dan aluminium. Itulah salah satu alasan utama kami mengatakan tidak. Itu adalah kesepakatan yang buruk,” ujar Mark Carney dalam konferensi pers berbahasa Prancis di Ottawa Senin 24 Agustus waktu setempat.
Menteri Keuangan François-Philippe Champagne beserta jajaran kabinet dijadwalkan segera merinci program dukungan bagi para pekerja domestik yang terdampak langsung oleh kebijakan tarif tersebut.
Carney mengisyaratkan bahwa Kanada mungkin tidak lagi membalas kebijakan tarif dengan skema dolar-untuk-dolar, melainkan menerapkan strategi yang lebih terarah demi melindungi tenaga kerja dan dunia usaha nasional.
“Suasana di meja perundingan bahwa Kanada adalah anak perusahaan Amerika Serikat bukanlah sesuatu yang dapat kami terima,” tegas Carney.
Ancaman Balasan
Eskalasi turut melibatkan tingkat kepemimpinan regional. Premier Ontario Doug Ford menyatakan kesiapan penuh menghadapi apa yang disebutnya sebagai perang ekonomi terbuka melawan tekanan Washington.
“Semua opsi ada di atas meja. Di sini, kami berada di titik didih; semua orang siap untuk perang ekonomi. Mereka tahu mereka harus berkorban,” ungkap Doug Ford dalam wawancara khusus yang dikutip AP News, Selasa 25 Agustus 2026.
Ford bahkan memperingatkan bahwa pemerintahannya siap mengambil langkah tegas dengan memutus pasokan listrik serta menahan distribusi mineral kritis dari Ontario ke Amerika Serikat.
Mineral kritis memegang peranan vital bagi sektor pertahanan dan manufaktur dirgantara AS, terutama dalam upaya mengurangi ketergantungan Washington terhadap pasokan global dari negara lain.
Kendati berasal dari spektrum politik yang berbeda dengan Perdana Menteri Carney, Ford menegaskan adanya solidaritas politik yang solid di dalam negeri dalam menghadapi tekanan tarif dari AS. Integrasi rantai pasok yang telah terjalin puluhan tahun antara industri otomotif Ontario dan negara bagian AS kini berada di ambang ketidakpastian besar.
Masa Depan Hubungan Bilateral
Para pengamat ekonomi internasional menilai bahwa pertikaian dagang berkepanjangan ini akan membawa dampak finansial yang signifikan bagi pelaku usaha di kedua sisi perbatasan.
Carney menyampaikan keraguannya atas keandalan Amerika Serikat sebagai mitra dagang strategis jangka panjang.
Dengan berlanjutnya ketegangan ini, langkah kebijakan berikutnya dari kedua pemerintahan diprediksi akan mengubah lanskap peta perdagangan Amerika Utara secara permanen.










