TVRINews, Lebanon
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa jumlah warga Lebanon yang tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 meningkat menjadi sedikitnya 2.306 jiwa, dengan 10.698 lainnya mengalami luka-luka.
Sepanjang hari Sabtu, 14 Oktober 2024, serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon menewaskan 51 warga Lebanon dan melukai 174 lainnya.
Sumber militer Lebanon melaporkan bahwa pada Minggu, pesawat tempur Israel menembakkan empat rudal udara-ke-darat yang mengenai rumah di desa Mayfadoun, Lebanon selatan, menewaskan tujuh warga sipil dan melukai satu orang.
Warga Lebanon bersiap untuk menyebrang ke Suriah melalui perlintasan Masnaa, menghindari serangan udara Israel.
Menteri Transportasi Lebanon, Ali Hamieh, menyatakan bahwa serangan Israel pada 4 Oktober di dekat Masnaa telah memutus jalan yang digunakan ratusan ribu orang untuk menyelamatkan diri ke Suriah, meninggalkan kawah selebar empat meter di wilayah tersebut.
Unit Penanganan Bencana Lebanon menyebutkan, hingga Sabtu (12/10), sebanyak 320.184 warga Suriah dan 117.727 warga Lebanon telah menyeberang melalui perlintasan tersebut ke Suriah.
Sementara itu, Arab Saudi menyatakan akan mengirimkan 60 hingga 80 ton bantuan kemanusiaan setiap hari ke Lebanon.
Juru bicara Pusat Bantuan dan Pemulihan Kemanusiaan Raja Salman, Salmer Albosairi, menyatakan bahwa tujuan Kerajaan adalah untuk menyelamatkan nyawa, menjaga, dan meningkatkan kualitas hidup warga yang mengungsi di Lebanon.
Serangan militer Israel yang meningkat sejak 23 September telah memaksa sekitar 1,2 juta warga Lebanon meninggalkan rumah mereka.










