TVRINews Caracas
Operasi penyelamatan darurat terus berpacu dengan waktu saat puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang.
Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela awal pekan ini terus meningkat secara signifikan. Hingga Sabtu 27 Juni 2026 Malam, otoritas setempat mengonfirmasi angka kematian telah mencapai 1.430 jiwa, di tengah upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim penyelamat domestik maupun internasional.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, dalam pernyataan resmi melalui siaran televisi pemerintah, mengonfirmasi bahwa selain korban meninggal, bencana ini mengakibatkan sedikitnya 3.200 orang mengalami luka-luka dan 3.100 warga kehilangan tempat tinggal.
Gempa dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi beruntun dalam selang waktu satu menit pada Rabu malam tersebut meluluhlantakkan bangunan-bangunan di wilayah utara Venezuela. Ketegangan meningkat seiring laporan dari keluarga korban yang menyatakan bahwa hingga saat ini, sekitar 68.900 orang masih belum dapat dihubungi atau dinyatakan hilang.
(Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan setelah gempa melanda Catia la Mar, Venezuela, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto AP/Fernando Vergara))
Di La Guaira, salah satu wilayah terdampak paling parah, warga sipil terlihat berupaya melakukan pencarian mandiri menggunakan alat seadanya di bawah tumpukan puing bangunan yang runtuh.
Dampak Ekonomi dan Respons Internasional
PBB memperkirakan total kerugian akibat bencana ini mencapai US$6,7 miliar atau setara dengan 6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Venezuela. Penilaian awal ini mencakup kerusakan aset fisik, termasuk perumahan, namun belum menghitung disrupsi ekonomi makro yang lebih luas.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menyatakan bahwa lebih dari 14.000 personel militer dan kepolisian telah dikerahkan untuk melakukan patroli dan pengamanan di zona bencana yang aksesnya kini dibatasi.
Bantuan internasional terus mengalir. Tim penyelamat dari berbagai negara, termasuk Meksiko, Amerika Serikat, Brasil, El Salvador, dan Prancis, telah tiba di lokasi pada Sabtu. Mereka bergabung dengan tim dari Belanda, Turki, dan Inggris yang telah lebih dulu dikerahkan.
Namun, logistik menjadi tantangan besar. Sebuah tim relawan tanggap krisis asal Inggris, Serve On, dilaporkan sempat tertahan di Bandara Madrid selama lebih dari 24 jam. Hal ini terjadi akibat kerusakan serius pada Bandara Internasional Simón Bolívar, satu-satunya akses udara internasional utama di Caracas.
Vernon Young, pemimpin tim Serve On, menekankan krusialnya waktu dalam operasi penyelamatan ini. "Kami adalah tim teknis yang mampu mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan melalui pergerakan kecil sekalipun. Setiap menit sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa," ujarnya kepada Press Association.
Upaya Penyelamatan di Bawah Tekanan
Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri menyatakan kesiapannya untuk membantu koordinasi penerbangan logistik, rumah sakit lapangan, serta suplai kebutuhan medis. Jeremy Lewin, pejabat Departemen Luar Negeri AS, menggambarkan situasi ini sebagai "perlombaan melawan waktu."
(Petugas darurat mengumpulkan jenazah korban gempa di area parkir rumah sakit setelah gempa kembar melanda, di La Guaira, Venezuela, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto AP/Matias Delacroix))
"Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan tim pencari, penyelamat, dan profesional medis sampai ke titik-titik lokasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan secepat mungkin," jelas Lewin.
Sementara itu, Loyce Pace, Direktur Regional Palang Merah Internasional untuk wilayah Amerika, menyoroti kondisi psikologis warga setempat. "Masyarakat saat ini masih mengalami trauma mendalam dan ketakutan untuk kembali memasuki rumah mereka yang tersisa," ungkapnya.
Hingga laporan ini diturunkan, pemerintah Venezuela telah mengonfirmasi adanya warga negara asing di antara para korban tewas, termasuk 15 warga negara Portugal atau keturunan Portugal, tujuh warga Tiongkok, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, serta satu warga berpaspor Italia-Venezuela.










