TVRINews – Riyadh
Pemerintah Arab Saudi Perpanjang Penutupan Operasional Bandara Riyadh Usai Gelombang Serangan Milisi Houthi.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperpanjang masa penangguhan kegiatan operasional di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Senin 12 Oktober 2026, guna menyelesaikan pemeriksaan keselamatan seluruh fasilitas bandara pascaserangan mematikan yang terjadi akhir pekan lalu.
Langkah darurat tersebut diputuskan setelah insiden ledakan proyektil misterius yang menghantam Terminal 4 pada Minggu 11 Oktober 2026.

(Keterangan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), terkait penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. [Foto: X/@ksgaca])
Berdasarkan keterangan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), insiden tersebut merenggut nyawa seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Serangan itu juga memicu kebakaran serta kerusakan pada bagian atap terminal.
"Ancaman drone dan rudal jelajah yang mengarah ke wilayah Kerajaan terus dipantau secara ketat. Pertahanan udara berhasil mendeteksi serta memediasi ancaman tersebut untuk memastikan keamanan wilayah," ujar Juru Bicara Koalisi Arab, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, melalui pernyataan resminya di platform X.
Peristiwa ini menandai serangan keempat yang menyasar area Bandara Riyadh dalam kurun waktu lima hari terakhir. Selain pencegatan di ibu kota, Koalisi Arab mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara Kerajaan juga berhasil menghancurkan rudal balistik dan rudal jelajah yang diluncurkan menuju Khamis Mushayt di wilayah barat daya, serta area dekat Bandara Riyadh.
Eskalasi Konflik dan Klaim Serangan
Kelompok milisi Houthi dari Yaman telah mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian aksi tersebut. Pihak Houthi menyatakan bahwa sasaran serangan tidak hanya terbatas pada Bandara King Khalid di Riyadh, melainkan juga mencakup Bandara Internasional King Fahd di Dammam serta dua fasilitas milik perusahaan minyak nasional, Saudi Aramco.

(Sebuah ambulans terparkir di luar Bandara Internasional King Khalid setelah beberapa orang terluka dalam serangan 10 Oktober 2026. [Foto: Reuters/Media Sosial])
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi membenarkan adanya upaya serangan yang mengarah ke Bandara Dammam pada Minggu malam. Hingga saat ini, proses evaluasi kerusakan dan inspeksi teknis masih terus berlangsung di lokasi terdampak.
Wilayah perbatasan seperti Jazan, Najran, dan Abha juga berada dalam status waspada setelah Direktorat Jenderal Perlindungan Sipil Saudi mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat.
Upaya Diplomasi Regional
Meningkatnya intensitas serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas penerbangan mendorong percepatan langkah-langkah diplomasi untuk meredakan ketegangan kawasan.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, telah menggelar komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, guna membahas stabilitas regional. Dalam perbincangan tersebut, pihak Iran menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog konstruktif demi meredakan eskalasi konflik di Yaman kutip Arab News Senin 12 Oktober 2026.
Rangkaian serangan ini memicu keprihatinan global. Sejumlah negara dan organisasi internasional, termasuk Inggris, Yordania, Bahrain, dan Uni Eropa, menyampaikan dukungan serta solidaritas penuh kepada Arab Saudi atas gangguan keamanan yang mengancam keselamatan warga sipil tersebut.










