TVRINews - Madinah
Kemenhaj pastikan pergerakan dari Madinah menuju Makkah berjalan tertib dan dalam pengawasan ketat petugas.
Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi kini memasuki fase krusial pada hari ke-14.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melaporkan bahwa seluruh alur pergerakan jemaah, mulai dari kedatangan di Madinah hingga pemberangkatan menuju Makkah, sejauh ini berlangsung sesuai protokol yang ditetapkan.
Berdasarkan data otoritas per Minggu 3 Mei 2026, sebanyak 81.992 jemaah yang terbagi dalam 211 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 20.000 jemaah kini telah berada di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sebagai persiapan menuju puncak ibadah haji.
Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemantauan ketat dilakukan di setiap titik transisi guna menjamin keamanan jemaah.
“Seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” ujar Maria dalam keterangan resminya yang dikutip lama resmi kemenhaj Senin 4 Mei 2026.
Prioritas Layanan Inklusif dan Pengawasan Ketat
Tahun ini, penguatan tata kelola layanan bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas menjadi fokus utama.
Otoritas telah mengintegrasikan layanan kursi roda (jasa dorong) secara terstandar melalui penggunaan Kartu Kendali resmi. Langkah ini diambil untuk memitigasi praktik non-prosedural yang kerap merugikan jemaah.
Kementerian menekankan komitmen zero tolerance terhadap pungutan liar. Maria mengingatkan bahwa petugas dilarang keras menerima imbalan dalam bentuk apa pun, dengan ancaman sanksi tegas bagi yang melanggar.
Jemaah juga diimbau untuk hanya menggunakan jasa resmi demi alasan keamanan dan kepastian harga.
*Tantangan Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem*
Layanan kesehatan tetap menjadi perhatian prioritas di tengah suhu udara yang kini menyentuh angka 39 hingga 43 derajat Celsius di Arab Saudi.
Hingga saat ini, tercatat 8.575 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan, sementara 58 jemaah masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Otoritas juga mengonfirmasi total sembilan jemaah wafat hingga hari ke-14, dengan komplikasi kardiovaskular dan gangguan pernapasan sebagai penyebab dominan.
“PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji bagi mereka yang wafat sebelum puncak ibadah,” tambah Maria.
Menutup keterangannya, pihak kementerian mengimbau jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak serta menjaga hidrasi secara konsisten.
Penggunaan alat pelindung diri seperti payung dan masker sangat direkomendasikan guna menghindari risiko dehidrasi di tengah cuaca ekstrem yang menyelimuti wilayah Hijaz.










