TVRINews – VATICAN CITY
“Ini adalah salib sekaligus berkat,” ujar Paus Leo XIV setelah terpilih secara cepat dalam konklaf dan menjadi Paus pertama asal Amerika.
Paus Leo XIV merayakan misa pertamanya pada Jumat (9/5) pagi waktu Vatikan, sehari setelah ia resmi terpilih dalam konklaf rahasia sebagai Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Dalam homilinya yang singkat namun sarat makna, ia menyebut penunjukannya sebagai "salib sekaligus berkat," sambil mengajak para kardinal dan umat untuk bersama-sama membawa Injil ke tengah dunia yang kerap mencemoohnya.
Pemilihan Paus Leo XIV, yang bernama asli Robert Francis Prevost, berlangsung mengejutkan cepat. Dalam waktu lebih dari 24 jam, 133 kardinal dari 70 negara mencapai konsensus, mengesampingkan tradisi tabu terhadap Paus asal AS karena dominasi kekuatan sekuler negara tersebut. “Ini adalah mukjizat Roh Kudus,” kata Kardinal Fernando Chomalí Garib dari Santiago, Chili Kepada Media Vatikan.
Dalam misa pertamanya di Kapel Sistina, Paus Leo berbicara dalam bahasa Inggris dan Italia, menyampaikan seruan tentang pentingnya menyebarkan kekristenan dengan sukacita di tengah dunia yang menurutnya sering menyalahartikan Yesus hanya sebagai tokoh karismatik semata. Ia menyinggung bahaya atheisme praktis dan krisis makna hidup yang melanda umat Kristen sendiri.
Sinyal perubahan pun mulai terlihat. Dua perempuan dipercaya membacakan Kitab Suci dalam misa, mencerminkan kemungkinan keberlanjutan agenda reformasi Paus Fransiskus untuk memperluas peran perempuan dalam Gereja. Sebelumnya, Leo juga melibatkan tiga perempuan dalam dewan Vatikan yang menilai calon uskup.
Di luar aspek spiritual, Leo XIV juga tampak merendah: mengenakan sepatu hitam sederhana dan memilih tinggal di Istana Sant’Uffizio ketimbang Istana Apostolik. Langkah ini mengingatkan pada gaya hidup sederhana Paus Fransiskus.
Paus Leo dijadwalkan bertemu secara resmi dengan para kardinal pada Sabtu (10/5) dan menyampaikan berkat pertamanya dari balkon Basilika Santo Petrus pada Minggu (11/5) waktu Vatikan. Misa pelantikan resmi akan dilaksanakan pada 18 Mei mendatang.
Baca Juga: Gedung Putih Blokir Pemilihan Kepala Staf Menteri Pertahanan AS










