TVRINews – Bangkok, Tailan
Dampak Luapan Air Meluas di 22 Provinsi Termasuk Bangkok, Lebih dari 1,8 Juta Jiwa Terdampak Sejak Awal Oktober
Bencana banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi di berbagai wilayah Tailan selama sebulan terakhir telah menelan sedikitnya 80 korban jiwa. Kendati tinggi genangan air di sejumlah lokasi mulai berkurang, dampak krisis hidrometeorologi ini dilaporkan masih melanda wilayah ibu kota Bangkok dan 22 provinsi lainnya.
Berdasarkan data terbaru Senin 19 Oktober 2026 Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand sebagaimana dilaporkan harian Bangkok Post, banjir secara nasional tercatat memengaruhi sekitar 604.265 kepala keluarga atau setara dengan 1,83 juta jiwa.
Sebagian besar wilayah yang tergenang berada di kawasan Dataran Rendah Tengah, yang merupakan cekungan sungai di sekitar ibu kota Bangkok. Selain wilayah tengah, sisa-sisa genangan air juga masih menggenangi beberapa kawasan di bagian utara, timur, dan selatan Tailan
Di kawasan metropolitan Bangkok, dampak banjir terfokus di bagian timur kota, meliputi distrik Lat Krabang, Nong Chok, dan Min Buri, dengan total 210.648 kepala keluarga terdampak.
Provinsi Prachin Buri, yang terletak di sebelah timur ibu kota, mencatat angka kematian tertinggi yakni sebanyak 26 korban jiwa. Wilayah lain dengan angka kematian signifikan mencakup Samut Prakan dengan sembilan korban jiwa, Chachoengsao dengan tujuh korban jiwa, serta Sa Kaeo dan Nakhon Nayok yang masing-masing mencatat enam korban jiwa. Sementara itu, Suphan Buri melaporkan lima kasus kematian dan Bangkok mencatat empat korban jiwa.
Dari sisi jumlah warga terdampak di tingkat daerah, Prachin Buri mencatat 51.390 rumah tangga terdampak, Chachoengsao sebanyak 54.729 rumah tangga, dan Nakhon Nayok mencapai 23.835 rumah tangga.
Eskalasi Dampak Sejak Oktober
Peningkatan jumlah korban jiwa dan kerusakan telah terjadi secara signifikan sejak awal bulan. Pada 1 Oktober lalu, DDPM melaporkan krisis banjir melanda Bangkok dan 30 provinsi, memengaruhi lebih dari 1,17 juta rumah tangga atau sekitar 3,35 juta jiwa dengan angka kematian awal sebanyak 24 orang.
Direktur Jenderal DDPM, Nirat Pongsittithavorn, menjelaskan bahwa krisis ini dipicu oleh akumulasi hujan lebat hingga sangat lebat yang berpadu dengan limpahan air dari wilayah utara menuju kawasan tengah. Pada fase awal tersebut, banjir melingkupi 191 distrik dan 8.714 desa.
Memasuki 10 Oktober, cakupan banjir mulai menyusut ke 21 provinsi dan Bangkok. Meski demikian, skala dampaknya masih melibatkan 1,13 juta rumah tangga, termasuk 329.000 rumah tangga di Bangkok.
"Pemerintah telah menginstruksikan seluruh kantor dinas di tingkat provinsi untuk mengerahkan personel dan alat berat guna mempercepat penanganan, sekaligus melakukan pendataan kerusakan di wilayah yang airnya mulai surut," ujar Nirat Pongsittithavorn dalam keterangan resminya dikutip AFP.
Laporan Kementerian Dalam Negeri Thailand pada 12 Oktober mengonfirmasi bahwa akumulasi korban jiwa sejak pertengahan September sempat menembus angka 71 orang, dengan total 51 provinsi terdampak sepanjang periode krisis tersebut.
Catatan Historis Bencana Banjir
Tailan secara historis kerap menghadapi bencana banjir bandang dalam skala besar. Catatan kantor berita Agence France-Presse (AFP) menunjukkan bencana banjir besar pada 2011 silam merenggut lebih dari 500 nyawa serta merusak jutaan pemukiman warga.
Selain itu, laporan dari Associated Press (AP) mencatat bahwa pada akhir November 2025, banjir di 12 provinsi wilayah selatan Thailand juga merenggut sedikitnya 145 korban jiwa dan berdampak pada lebih dari 3,6 juta warga.










