TVRINews – Zaporizhzhia, Ukraina
Konflik Memanas, Serangan Udara Hantam Pusat Bantuan Kemanusiaan di Zaporizhzhia.
Sedikitnya 26 orang dilaporkan tewas setelah serangkaian serangan bom udara menghantam sebuah pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Desa Komyshuvakha, wilayah selatan Zaporizhzhia, Ukraina, Senin, 2 November 2026.
Insiden ini memicu kecaman keras dari kepemimpinan tertinggi Ukraina yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip kemanusiaan.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Pemerintahan Regional Zaporizhzhia, Mykhailo Semikin, serangan mematikan tersebut melibatkan setidaknya sembilan bom udara dengan bobot masing-masing mencapai 3.000 kilogram.
Selain korban jiwa, insiden ini juga mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka, sementara proses pencarian korban terus dilakukan di tengah situasi yang kompleks.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa serangan tersebut dilancarkan dalam dua gelombang terpisah. Bom pertama menghantam sebuah bangunan sekolah setempat yang dialihfungsikan untuk kebutuhan kemanusiaan, disusul oleh serangan susulan tepat di area tempat warga berlindung.
"Militer Rusia tentu mengetahui bahwa warga sipil yang bertahan di Komyshuvakha menerima pasokan bantuan kemanusiaan di tempat itu setiap hari Senin," ujar Zelensky melalui pernyataan video resminya, seraya menegaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan absennya niat dari pihak Moskow untuk melakukan de-escalation atau meredakan konflik.
Pihak Dinas Layanan Darurat Negara Ukraina (DSNS) merinci bahwa korban tewas mencakup dua personel tim penyelamat serta empat aparat kepolisian yang sedang bertugas di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Federasi Rusia belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait insiden tersebut.
Upaya evakuasi dan pencarian korban oleh tim penyelamat dilaporkan sempat mengalami beberapa kali hambatan serius akibat ancaman serangan pesawat tanpa awak (drone) di sekitar lokasi kejadian. Sebagai bentuk penghormatan dan duka cita mendalam, pemerintah setempat menetapkan hari ini sebagai hari berkabung di seluruh wilayah Zaporizhzhia.
Tragedi ini terjadi di tengah rencana kelanjutan perundingan damai antara delegasi Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, setelah sempat tertunda sejak Februari lalu. Kendati demikian, para pengamat menilai ekspektasi terhadap terobosan signifikan dalam perundingan tersebut masih berada dalam tingkat yang rendah.









