TVRINews – New Delhi
Lima Orang Tewas dalam Bentrokan Terbaru di India.
Eskalasi kekerasan kembali melanda wilayah timur laut India, Manipur, setelah dua insiden terpisah menewaskan lima jiwa pada akhir pekan ini Sabtu, 1 November 2026. Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa situasi keamanan di kawasan konflik tersebut kembali memburuk di tengah gelombang unjuk rasa massal.
Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, tiga pria dari komunitas suku Kuki tewas dalam kontak senjata antara kelompok bersenjata tak dikenal di Distrik Noney pada hari Sabtu. Sementara itu, aparat keamanan menemukan jenazah dua pria lainnya dari komunitas yang sama di Distrik Kangpokpi pada Minggu pagi, menyusul operasi penyisiran atas laporan orang hilang dalam pekan ini.
Dewan Tertua Suku Kuki melayangkan kecaman keras dan menuding kelompok separatis Naga sebagai pihak di balik penyerangan tersebut. Mereka menilai insiden itu sebagai agresi terbuka yang menyasar wilayah teritorial komunitas mereka.
Ketegangan ini beririsan dengan aksi protes skala besar yang digerakkan oleh ratusan ribu warga di ibu kota negara bagian, Imphal, dan sejumlah wilayah penyangga. Massa menuntut pembatalan perjanjian gencatan senjata antara kelompok bersenjata Kuki dan pemerintah pusat India.
Konflik horizontal antara suku Kuki yang mayoritas memeluk agama Kristen dan komunitas Naga berakar dari sengketa panjang mengenai klaim wilayah adat di kawasan perbatasan tersebut. Ketegangan kembali meningkat sejak Februari lalu menyusul insiden penganiayaan, yang kemudian memicu siklus penculikan serta pembunuhan balasan, termasuk tewasnya tiga pendeta Kuki pada bulan Mei.
Situasi di Manipur kian kompleks karena wilayah ini sebelumnya telah didera konflik berkepanjangan antara komunitas Kuki dan mayoritas Hindu Meitei sejak Mei 2023 akibat sengketa kuota pekerjaan dan sumber daya ekonomi. Hingga kini, lebih dari 60.000 warga pengungsi akibat rangkaian konflik tersebut masih tertahan di berbagai pusat penampungan sementara.









