TVRINews – Washington
Kampanye Akhir di Iowa Soroti Perpindahan Dukungan Politik dan Ketegangan Pemilu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi terbuka terhadap politikus Partai Demokrat, Haley Stevens, dalam rangkaian kampanye terakhir di Iowa menjelang hari pemilihan. Di sisi lain, pidato tersebut kembali diwarnai retorika kontroversial terhadap kandidat Senat dari kubu progresif.
Dalam orasinya di hadapan para pendukung Minggu, 1 November 2026, Trump menyambut baik keputusan Stevens yang sebelumnya dikalahkan oleh Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan karena menyatakan dukungan kepada kandidat Senat dari Partai Republik, Mike Rogers.
"Saya tidak mengenal Haley dan belum pernah bertemu dengannya, tetapi ia menyampaikan apa yang jarang di beranikan oleh orang lain," ujar Trump. Ia bahkan membuka peluang agar anggota Kongres tersebut dapat bergabung dengan Partai Republik, seraya memuji langkah politiknya sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat Michigan.
Kendati demikian, pidato tersebut turut memuat pernyataan bernada penyerangan personal terhadap Abdul El-Sayed. Menanggapi retorika tersebut, El-Sayed memberikan tanggapan tegas melalui pernyataan public.
"Dengar, Donald, mari kita buat kesepakatan sederhana," ujar El-Sayed. "Saya bersedia melewati detektor logam jika Anda bersedia menjalani tes kebohongan. Saya tidak memiliki sesuatu pun untuk disembunyikan."dikutip Al Jazeera, Senin 2 November 2026.
Dinamika politik nasional ini berlangsung di tengah persiapan pemilu paruh waktu yang krusial bagi peta kekuatan politik Washington. Sebanyak kurang lebih 210 juta pemilih terdaftar diproyeksikan menentukan arah dan keseimbangan kekuasaan federal untuk sisa masa jabatan presiden. Pemilu kali ini mencakup seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat, 35 dari 100 kursi Senat, serta pemilihan gubernur di 36 negara bagian.
Sementara itu, dalam perkembangan yudisial terpisah, seorang hakim federal memutuskan untuk menolak gugatan hukum yang diajukan oleh pemerintahan Trump. Gugatan tersebut sebelumnya berupaya menghentikan negara bagian Alaska untuk mengesahkan hasil pemilihan yang menunjukkan kekalahan Senator petahana dari Partai Republik, Dan Sullivan. Pemerintah sebelumnya berargumen bahwa kemunculan kandidat rival dengan nama serupa berpotensi mengubah hasil akhir pemungutan suara.









