TVRINews, Jakarta
Kapal pesiar ekspedisi MV Hondius kembali melanjutkan pelayaran menuju Spanyol setelah sebelumnya sempat tertahan di perairan dekat Tanjung Verde akibat wabah hantavirus di dalam kapal.
Kapal yang mengangkut sekitar 150 penumpang itu kini berada dalam perjalanan menuju pelabuhan Tenerife, Kepulauan Canary, dengan estimasi tiba dalam tiga hari ke depan.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia memastikan kondisi penumpang yang masih berada di atas kapal saat ini relatif stabil tanpa temuan gejala baru.
“Situasi di kapal terkendali dan tidak ada indikasi munculnya kasus tambahan sejauh ini. Kapal diperkirakan akan bersandar di Tenerife dalam beberapa hari,” ujar Garcia, dalam keterangan yang dikutip AFP, Kamis, 7 Mei 2026.
Setelah tiba di Spanyol, otoritas kesehatan akan melakukan penanganan berbeda bagi penumpang sesuai status kesehatan dan kewarganegaraan. Penumpang yang dinyatakan sehat akan dipulangkan, sementara warga negara Spanyol akan menjalani karantina khusus.
“Warga Spanyol akan ditempatkan di fasilitas karantina militer di Madrid. Lama karantina akan ditentukan berdasarkan periode paparan terakhir terhadap virus,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan World Health Organization, wabah di kapal tersebut telah menimbulkan tiga korban jiwa, yakni pasangan asal Belanda dan satu warga Jerman. Selain itu, delapan orang lainnya diduga terinfeksi, dengan tiga kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Direktur Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa pola penularan hantavirus berbeda dengan virus pernapasan seperti COVID-19.
“Penularan membutuhkan kontak yang sangat dekat, seperti berbagi kabin atau kontak perawatan langsung. Ini bukan virus yang mudah menyebar di ruang publik seperti influenza atau COVID-19,” ujarnya.
WHO juga tengah berkoordinasi lintas negara untuk melacak riwayat perjalanan penumpang, termasuk mereka yang sempat turun di Pulau Saint Helena sebelum kapal melanjutkan pelayaran. Di Afrika Selatan, puluhan orang yang diduga pernah berkontak dengan kasus juga sedang dalam pemantauan.
Meski berada dalam situasi kesehatan yang serius, suasana di dalam kapal dilaporkan tetap terkendali. Salah satu penumpang, Kasem Hato, menyebut para penumpang berusaha menjaga ketenangan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
“Semua orang tetap tenang. Kami saling menjaga jarak, memakai masker, dan mencoba menjalani rutinitas agar tidak panik,” ungkapnya.










