TVRINews – London
Otoritas Spanyol izinkan kapal bersandar di Kepulauan Canaria demi alasan kemanusiaan di tengah kekhawatiran penyebaran virus.
Proses evakuasi medis skala internasional dilakukan terhadap tiga Penumpang dari kapal pesiar MV Hondius menyusul dugaan infeksi Hantavirus.
Kapal berbendera Belanda tersebut tengah berlayar menuju Kepulauan Canaria, Spanyol, setelah sebelumnya sempat tertahan di perairan Tanjung Verde.
Di antara mereka yang dievakuasi terdapat Martin Anstee (56), seorang pemandu ekspedisi asal Inggris.

(Seorang petugas dengan pakaian hazmat dikawal menuju ambulans dari pesawat medis yang membawa pengungsi MV Hondius di bandara Schiphol, Amsterdam.( Foto: Lina Selg/AFP))
Dalam keterangannya kepada Sky News dari ruang isolasi, Anstee menyatakan kondisinya relatif stabil meski masih harus menjalani serangkaian tes medis lebih lanjut.
"Saya merasa tidak terlalu buruk, namun belum tahu berapa lama harus berada di rumah sakit," ujarnya.
Selain Anstee, seorang dokter kapal berkebangsaan Belanda dan seorang penumpang asal Jerman juga turut dievakuasi untuk mendapatkan perawatan intensif di Belanda.
Evakuasi ini difasilitasi melalui koordinasi antara operator kapal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta otoritas kesehatan dari Inggris, Spanyol, dan Belanda.
Respons Global dan Risiko Publik
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi melalui platform X bahwa pihaknya terus memantau kesehatan sekitar 150 orang yang masih berada di atas kapal.
"WHO bekerja sama dengan operator kapal untuk memastikan tindak lanjut medis yang tepat. Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah," tegas Tedros.
Hingga saat ini, tercatat delapan kasus terkait kapal tersebut, dengan lima di antaranya telah terkonfirmasi positif.
Insiden ini juga telah memakan korban jiwa, yakni pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman yang sebelumnya berada di kapal yang sama.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan bahwa pemerintahnya bekerja cepat untuk memastikan warga negara Inggris di MV Hondius dapat pulang dengan aman.
"Kantor Luar Negeri (FCDO) bekerja sama dengan UKHSA untuk mendukung warga kami dan memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tetap terjaga," ungkap Cooper.
Asal-Usul Infeksi
Penyelidikan awal oleh otoritas Argentina menduga virus ini berasal dari Ushuaia, Amerika Selatan, sebelum kapal berangkat pada 1 April lalu. Hipotesis utama menunjukkan bahwa infeksi terjadi melalui kontak dengan tikus atau limbah saat beberapa penumpang melakukan kegiatan pengamatan burung.

(Kronologis Perjalanan Kapal Pesiar yang terkontaminasi Virus (Grafis: TVRINews.com/FY))
Meskipun Hantavirus umumnya menular melalui tikus dan jarang terjadi transmisi antar-manusia, varian tertentu seperti galur Andes di Amerika Selatan memiliki rekam jejak penyebaran terbatas di antara kontak dekat. Hal inilah yang memicu kewaspadaan tinggi di Eropa dan Afrika.
Izin Bersandar di Spanyol
Setelah sempat dilarang mendarat di Tanjung Verde, Kementerian Kesehatan Spanyol akhirnya memberikan izin kepada MV Hondius untuk bersandar di Tenerife. Keputusan ini diambil berdasarkan hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
Namun, langkah ini memicu perdebatan domestik. Presiden Kepulauan Canaria menyatakan keprihatinannya terkait prosedur karantina dan keamanan bagi warga setempat.
Pihak operator, Oceanwide Expeditions, menyatakan bahwa kapal diperkirakan tiba dalam tiga hari ke depan.
Seluruh penumpang yang tersisa akan menjalani prosedur penyaringan (screening) yang ketat sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan atau kembali ke negara masing-masing.










