TVRINews - Teheran
Washington mengklaim kemajuan dalam draf 14 poin, sementara Teheran peringatkan kesiapan militer.
Pemerintah Iran menyatakan tengah meninjau proposal Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa kedua belah pihak kemungkinan besar mendekati kesepakatan kerangka kerja guna meredakan ketegangan di kawasan Teluk.
Saluran berita AS, Axios, melaporkan pada Rabu 6 Mei bahwa Gedung Putih meyakini pihaknya hampir mencapai kesepakatan atas nota kesepahaman (MoU) sebanyak 14 poin dengan Iran.
Dokumen satu halaman tersebut diproyeksikan menjadi landasan bagi negosiasi nuklir yang lebih mendalam di masa depan.
Beberapa poin utama dalam proposal tersebut mencakup penangguhan pengayaan nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, serta pemulihan transit bebas di Selat Hormuz.
Jalur pelayaran vital ini telah terblokade secara efektif sejak akhir Februari, yang berdampak pada 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Respons Diplomatik dan Peringatan Militer
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengonfirmasi posisi Teheran melalui kantor berita ISNA.
"Proposal Amerika masih ditinjau oleh Iran. Setelah penyimpulan selesai, kami akan menginformasikan pendapat kami kepada pihak Pakistan selaku mediator," ujar Baghaei.
Meski jalur diplomasi terbuka, nada kontras muncul dari parlemen Iran. Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah di bawah tekanan.
Melalui platform X, ia memperingatkan bahwa Teheran "tetap siaga dengan jari di pelatuk."
Optimisme Gedung Putih dan Ancaman Trump
Presiden Donald Trump menyatakan adanya perkembangan positif dalam 24 jam terakhir. "Mereka [Iran] ingin membuat kesepakatan.
Sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan di sana," ujar Trump. Namun, ia juga melontarkan retorika keras melalui Truth Social, mengancam akan meningkatkan intensitas pemboman jika kesepakatan gagal dicapai.
Trump juga mengklaim bahwa Operasi Epic Fury ofensif awal AS-Israel di Iran akan berakhir jika Teheran menyetujui poin-poin yang ada.
Hal ini senada dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang menyebut operasi tersebut telah mencapai tujuannya.
Situasi Geopolitik dan Blokade
Di lapangan, situasi tetap kompleks. Meskipun gencatan senjata April telah mengurangi serangan drone Iran ke negara-negara Teluk, transit kapal di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih.
Komando Pusat AS (CENTCOM) baru-baru ini melaporkan telah melumpuhkan sebuah tanker berbendera Iran di Teluk Oman yang mencoba menembus blokade.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan "koordinasi penuh" dengan Trump.
Ia menekankan bahwa target utama mereka tetap sama: penghapusan seluruh material yang diperkaya dan pembongkaran kemampuan pengayaan nuklir Iran.
Ketegangan regional semakin diperumit dengan laporan serangan udara Israel di Beirut yang menargetkan komandan senior Hizbullah.
Baik Israel maupun Hizbullah kelompok yang didukung Iran saling tuduh atas pelanggaran gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.










