TVRINews – Peshawar, Pakistan
Tim Penyelamat Peshawar Pacu Waktu Cari Puluhan Siswa Tertimbun
Insiden tragis melanda wilayah barat daya Pakistan setelah atap sebuah lembaga pendidikan swasta roboh di tengah berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 27 murid dan seorang tenaga pengajar tewas dalam musibah yang terjadi di Peshawar tersebut.
Kecelakaan yang terjadi Kamis pagi, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 08.48 waktu setempat Mayoritas korban tewas diperkirakan masih berusia di bawah 13 tahun. Proses evakuasi hingga kini terus berlangsung lantaran jumlah korban jiwa dikhawatirkan masih akan bertambah akibat banyaknya siswa yang terjebak di bawah puing bangunan.
Tayangan televisi lokal memperlihatkan jajaran ambulans berpacu menuju lokasi al-Khair Education Center. Di saat yang sama, tim SAR berupaya mengekstraksi para siswa yang terluka dari sisa-sisa reruntuhan beton.
"Sejauh ini kami telah berhasil mengeluarkan setidaknya 45 anak," ujar Petugas Darurat Distrik, Iftikhar Khan. Ia menambahkan bahwa laporan di lapangan mengindikasikan masih ada deretan siswa yang tertimbun reruntuhan.
Prosedur tanggap darurat difokuskan pada upaya penyelamatan korban selamat serta pemindahan jenazah ke fasilitas medis. Juru Bicara Rumah Sakit Lady Reading Peshawar, Mohammad Asim, menyampaikan bahwa setidaknya 20 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Juru Bicara Lembaga Penyelamatan Pemerintah, Bilal Faizi, mengonfirmasi bahwa seluruh armada penolong dikerahkan secara maksimal di lokasi kejadian untuk menyisir setiap sudut reruntuhan.
Berdasarkan keterangan petugas penyelamat, struktur langit-langit kelas mendadak ambrol setelah lantai di atasnya runtuh, mengakibatkan dua tingkat bangunan hancur seketika.
Kepala Kepolisian Peshawar, Mian Saeed, mengungkapkan bahwa saat kejadian terdapat sekitar 110 siswa yang tersebar di tiga ruang kelas terdampak. Dari jumlah tersebut, baru 47 anak yang berhasil dievakuasi.
"Konstruksi fisik bangunan ini tergolong lemah," kata Saeed. "Adanya beban tambahan dari pembangunan di bagian atas yang tidak ditopang struktur yang memadai menjadi penyebab utama keruntuhan ini."
Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa investigasi resmi telah dibuka untuk mendalami unsur kelalaian dan penyebab pasti hancurnya gedung tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola al-Khair Education Center belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.










