TVRINews – Beijing/Taipei
Beijing Menuntut Tanggung Jawab atas Ketegangan di Kepulauan Pratas
Pemerintah Tiongkok memperingatkan Taiwan untuk menanggung seluruh konsekuensi atas insiden penyemprotan meriam air oleh Pengawal Pantai Taiwan terhadap kapal nelayan Tiongkok di kawasan Laut Tiongkok Selatan.
Insiden tersebut terjadi di sekitar Kepulauan Pratas, wilayah yang dikuasai Taiwan namun juga diklaim oleh Beijing. Menurut keterangan Pengawal Pantai Taiwan, tindakan tegas berupa semprotan meriam air terpaksa diambil karena kapal Tiongkok tersebut tidak mengindahkan peringatan untuk meninggalkan perairan terbatas. Kapal nelayan itu kemudian mengalami kerusakan mesin sebelum akhirnya ditarik oleh kapal Tiongkok lainnya.
Juru Bicaranya Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Chen Binhua, menegaskan bahwa Tiongkok memiliki kedaulatan tak terbantahkan atas Kepulauan Pratas dan perairan di sekitarnya.
"Aktivitas kapal-kapal Tiongkok Daratan di perairan tersebut sepenuhnya legal dan sah. Kami akan melindungi jiwa dan properti warga kami secara tegas," ujar Chen Binhua dalam keterangan resminya di Beijing, Rabu 14 Oktober 2026.
Chen menilai tindakan penegakan hukum oleh pihak Taiwan dilakukan secara berbahaya sehingga berpotensi memicu konfrontasi lintas selat.
"Perlakuan kasar terhadap kapal-kapal Tiongkok Daratan yang membahayakan keselamatan personel adalah bentuk provokasi beritikad buruk. Pihak Taiwan harus menanggung seluruh konsekuensi yang timbul dari peristiwa ini," tegas Chen tanpa merinci langkah lanjutan yang akan diambil Beijing.
Sementara itu, seorang pejabat berwenang Taiwan mengonfirmasi kepada Reuters bahwa penanganan di lapangan telah sesuai dengan standar operasional penegakan hukum yang berlaku. Pejabat tersebut menyatakan bahwa aparat Pengawal Pantai Taiwan bertindak secara terukur dan penuh kehati-hatian dalam merespons pelanggaran batas wilayah tersebut.
Secara geografis, Kepulauan Pratas terletak di antara wilayah Taiwan bagian selatan dan Hong Kong, berjarak lebih dari 400 kilometer dari pulau utama Taiwan. Kawasan ini berstatus sebagai taman nasional yang dilengkapi landasan pacu tanpa penduduk sipil tetap, di mana keamanan harian dikelola langsung oleh Pengawal Pantai Taiwan.
Pengamat militer menilai letak geografis Kepulauan Pratas yang terisolasi membuatnya rentan terhadap potensi eskalasi keamanan. Eskalasi ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas patroli serta kehadiran militer Tiongkok di sekitar wilayah Taiwan selama beberapa tahun terakhir, seiring penolakan tegas pemerintah Taipei terhadap klaim kedaulatan dari Beijing.










