TVRINews, Ankara
Türkiye Investasikan $24 Miliar untuk Proyek Pertahanan Udara "Steel Dome".
Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdogan, menyerukan penghapusan hambatan dalam kerja sama industri pertahanan di antara negara anggota NATO.
Dalam pertemuan Dewan Atlantik Utara di Ankara, Rabu 8 juli 2026, ia menekankan pentingnya menjaga kohesi aliansi di tengah tantangan keamanan global yang kian kompleks.
Erdogan menegaskan bahwa kebijakan yang berpotensi melemahkan persatuan aliansi atau hubungan transatlantik harus dihindari. Menurutnya, di saat sekutu Eropa mulai memikul tanggung jawab lebih besar dalam pertahanan benua, solidaritas antarnegara anggota menjadi fondasi utama.
"Sebagai sekutu Eropa yang memikul tanggung jawab lebih besar untuk pertahanan benua, kita harus menahan diri dari langkah-langkah yang dapat merusak kohesi aliansi dan hubungan transatlantik," ujar Erdogan dalam pidatonya.
Akselerasi Industri Pertahanan
Dalam kesempatan tersebut, Erdogan mengumumkan alokasi dana tambahan sebesar $24 miliar untuk proyek sistem pertahanan udara dan rudal nasional yang dikenal sebagai "Steel Dome". Proyek ini diposisikan sebagai investasi strategis untuk menutupi celah kapabilitas kritis dalam struktur pertahanan NATO.
Presiden Erdogan menyatakan kebanggaannya atas kemajuan industri pertahanan Türkiye yang kini menempatkan negara tersebut di antara sepuluh besar produsen dan eksportir pertahanan dunia.
Ia menegaskan bahwa Türkiye, yang memiliki kekuatan angkatan darat terbesar di Eropa, berkomitmen penuh untuk mengerahkan kapabilitas militernya bagi kepentingan aliansi kapan pun dibutuhkan.
Lebih lanjut, Ankara juga berharap NATO segera memberikan akreditasi bagi Pusat Keunggulan untuk Melawan Sistem Tanpa Awak (Center of Excellence for Countering Unmanned Systems) yang tengah disiapkan Türkiye.
Saya yakin pusat ini akan memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi ancaman, khususnya dari drone udara dan maritim," tambahnya.
Diplomasi Regional dan Konflik Global
Selain isu pertahanan, Erdogan menggarisbawahi posisi Türkiye dalam berbagai konflik internasional. Terkait eskalasi di Timur Tengah, ia menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi.
Ia mendesak seluruh anggota NATO untuk berperan aktif dalam memastikan stabilitas, khususnya di Gaza dan Lebanon.
Erdogan juga memberikan apresiasi terhadap langkah diplomatik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam upaya meredakan ketegangan dengan Iran. Türkiye menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam pembersihan ranjau di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan maritim.
Mengenai perang di Ukraina, Ankara tetap mempertahankan posisi sebagai mediator aktif. Erdogan menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan Kyiv dan Moskow.
"Sembari mendukung Ukraina, kami juga memanfaatkan jalur komunikasi kami untuk mendorong Rusia menuju perdamaian," ungkap Erdogan. Ia menambahkan bahwa Türkiye mendukung visi Presiden Trump untuk mengakhiri konflik tersebut dan siap membantu memenuhi prioritas kebutuhan Ukraina demi tercapainya resolusi damai.










