TVRINews – Brussel
Aliansi tingkatkan investasi militer secara signifikan pada 2026 demi memperkuat stabilitas keamanan global.
Anggaran pertahanan negara-negara anggota NATO diproyeksikan melonjak tajam hingga mencapai angka 1,81 triliun dolar AS atau setara dengan lebih dari 28.000 triliun rupiah pada 2026.
Peningkatan sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya ini mencerminkan komitmen kolektif aliansi untuk memperkuat postur militer menyusul kesepakatan KTT Den Haag tahun lalu.
Berdasarkan data estimasi belanja pertahanan terbaru yang dirilis pada Selasa 7 Juli 2026, total anggaran dari 32 negara anggota menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan, dari 1,48 triliun dolar AS pada 2024 menjadi 1,63 triliun dolar AS pada 2025.
Amerika Serikat tetap menjadi penyumbang terbesar dengan proyeksi belanja mencapai 1,033 triliun dolar AS, yang mencakup sekitar 57 persen dari total pengeluaran seluruh anggota NATO.
Jerman berada di posisi kedua dengan anggaran 147 miliar dolar AS, diikuti oleh Inggris (110 miliar dolar AS), Prancis (80 miliar dolar AS), Italia (57 miliar dolar AS), Polandia (53 miliar dolar AS), Kanada (52 miliar dolar AS), dan Türkiye (48 miliar dolar AS).
Standar Baru dan Ambisi Pertahanan
Dalam KTT Den Haag 2025, para pemimpin aliansi telah menyepakati target jangka panjang berupa investasi pertahanan sebesar 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2035. Target tersebut dibagi menjadi 3,5 persen untuk belanja pertahanan inti dan 1,5 persen untuk investasi keamanan luas, termasuk ketahanan infrastruktur kritis serta inovasi teknologi.
NATO mencatat bahwa pada 2026, lima negara Lituania, Estonia, Latvia, Polandia, dan Yunani diproyeksikan telah melampaui tolok ukur pertahanan inti sebesar 3,5 persen dari PDB. Lituania memimpin dengan alokasi mencapai 5,33 persen dari PDB, diikuti oleh Estonia (5,1 persen) dan Latvia (4,92 persen).
"Tren ini menunjukkan pergeseran paradigma keamanan yang lebih serius di Eropa dan kawasan Atlantik Utara," ungkap analis pertahanan internasional seperti dikutip AFP Rabu 8 Juli 2026. Meskipun terjadi peningkatan masif, beberapa negara seperti Slovenia, Belgia, dan Spanyol tercatat masih mengalokasikan anggaran di bawah 2,1 persen dari PDB nasional mereka untuk sektor pertahanan.
Secara keseluruhan, rata-rata belanja pertahanan inti NATO pada 2026 diproyeksikan berada pada angka 2,86 persen dari PDB kolektif. Sementara itu, untuk target investasi keamanan pendukung sebesar 1,5 persen, NATO mengestimasi 17 negara anggota telah memenuhi kriteria tersebut di tahun 2026.
Langkah ini menegaskan upaya aliansi dalam mengadaptasi tantangan keamanan kontemporer, memastikan bahwa setiap anggota berkontribusi secara proporsional demi menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang kian menantang.










