TVRINews – Lahore, Pakistan
Investigasi kelalaian dibuka setelah bangunan rumah tinggal yang tidak berizin menelan korban jiwa di Pakistan.
Tragedi memilukan melanda kota Lahore, Pakistan, pada Selasa 30 Juni 2026 waktu setempat, setelah atap sebuah pusat bimbingan belajar ambruk dan menewaskan 14 anak. Insiden ini memicu kemarahan publik sekaligus membuka jalan bagi penyelidikan hukum terkait dugaan kelalaian operasional bangunan.
Layanan darurat provinsi Punjab mengonfirmasi bahwa para korban, yang mayoritas berusia di bawah sembilan tahun, terjebak di bawah reruntuhan fasilitas yang berlokasi di area pemukiman padat tersebut. Selain belasan anak, seorang guru berusia 30 tahun juga dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.
Menteri Informasi Punjab, Azma Bokhari, menyatakan bahwa berdasarkan temuan awal, pusat pendidikan tersebut tidak memiliki izin resmi. Fasilitas ini beroperasi di dalam bangunan hunian pribadi yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
"Jika terbukti ada kelalaian, kecerobohan, atau pelanggaran hukum, pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," ujar Bokhari dalam keterangan resminya yang dikutip The Guardian Rabu 1 Juli 2026.
Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan kepada kantor berita AFP bahwa insiden dipicu oleh pengerjaan renovasi atap yang dilakukan saat kegiatan belajar-mengajar masih berlangsung.
Paman dari salah satu korban menyatakan bahwa kondisi bangunan memang sudah tidak layak, namun pemilik tetap memaksakan adanya perbaikan atap di saat anak-anak berada di ruangan.
Rekaman yang disiarkan oleh Geo News memperlihatkan upaya dramatis tim penyelamat bersama warga setempat yang bahu-membahu menyingkirkan puing-puing menggunakan peralatan seadanya untuk mencari korban yang tertimbun.
Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian provinsi telah menahan dua orang terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut. Komisaris Lahore, Marryam Khan, menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan penyelidikan yang transparan dan tidak memihak guna memastikan keadilan bagi para korban.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut. Melalui pernyataan resmi dari kantornya, ia telah menginstruksikan otoritas terkait untuk memberikan bantuan medis maksimal bagi korban yang selamat dan terluka.
Insiden keruntuhan bangunan bukan merupakan hal baru di Pakistan. Lemahnya standar keamanan konstruksi dan penggunaan material bangunan yang di bawah standar kerap menjadi penyebab utama.
Kejadian serupa sempat mencatat duka mendalam pada Juli tahun lalu di Karachi, ketika sebuah gedung lima lantai runtuh di kawasan Lyari, menewaskan 27 orang.
Pihak berwenang saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti forensik di lokasi kejadian untuk menentukan tingkat pertanggungjawaban hukum bagi pemilik bangunan dan pengelola pusat bimbingan belajar tersebut.










