TVRINews – La Guaira, Venezuela
Upaya Pencarian Korban Terus Berlanjut di Tengah Ancaman Krisis Kemanusiaan.
Harapan untuk menemukan korban selamat dari rangkaian gempa bumi dahsyat di Venezuela kian menipis. Otoritas setempat mengonfirmasi jumlah korban jiwa telah mencapai 1.719 orang, dengan lebih dari 5.000 warga lainnya mengalami luka-luka.
Hingga Senin 29 Juni 2026, tim penyelamat masih berjibaku menembus puing-puing bangunan di negara bagian La Guaira.
Gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu lalu telah meluluhlantakkan infrastruktur dan menyisakan puluhan ribu orang yang masih dinyatakan hilang.
Secara medis, periode 72 jam pertama pascagempa dianggap sebagai "masa emas" bagi tim pencari untuk menemukan korban dalam kondisi hidup. Meski ambang waktu krusial tersebut telah terlewati sejak Sabtu lalu, keluarga para korban tetap bertahan di sekitar lokasi reruntuhan dengan harapan tipis.

(Petugas penyelamat dan relawan beristirahat di atas puing-puing bangunan yang runtuh di Caraballeda, usai pencarian korban [Foto: Miguel Medina/Pool/Reuters])
"Kami harus tetap kuat, meski tanpa makanan dan tanpa tidur," ujar Ana Rada, seorang warga yang menanti kabar mengenai saudaranya di lokasi evakuasi. "Selama saya belum melihat jenazahnya, saya akan terus berharap."
Menghadapi Krisis Jangka Panjang
Pemerintah Venezuela kini berada di bawah tekanan besar. Selain harus memulihkan akses bagi puluhan ribu warga yang kehilangan tempat tinggal, negara ini menghadapi tantangan ekonomi yang cukup pelik.
Dalam upaya merespons kritik publik terkait kelambanan penanganan bencana, pemerintah telah mengerahkan personel militer dan kepolisian untuk mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji ke lokasi terdampak.
Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, melaporkan bahwa aliran listrik di La Guaira telah pulih sekitar 90 persen, dan sebanyak 15 kamp pengungsian darurat telah didirikan untuk menampung warga.
Situasi di lapangan pun masih sangat volatil. Badan Geologi mencatat lebih dari 600 gempa susulan telah terjadi sejak bencana utama pekan lalu. Pada Senin siang, guncangan susulan berkekuatan magnitudo 4,6 kembali dirasakan hingga ke ibu kota, Caracas, memicu kepanikan warga yang segera berhamburan ke jalan raya.
"Kami kembali lagi ke jalanan," tutur Concepcion Hernandez (51), warga Caracas yang terpaksa mengevakuasi diri dari apartemennya. "Saya tidak tahu kapan kami bisa merasakan kedamaian yang sesungguhnya."
Pihak berwenang memperingatkan bahwa negara ini kini menghadapi bayang-bayang krisis kemanusiaan yang berpotensi berlangsung selama bertahun-tahun, mengingat skala kerusakan bangunan yang masif di sepanjang pesisir utara Venezuela.










