TVRINews – Tenerife
Menteri Kesehatan Spanyol menyebut kondisi penumpang kapal MV Hondius kini dalam status sangat kritis di Paris.
Seorang warga negara Prancis yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius dinyatakan positif mengidap hantavirus setelah sebelumnya tim medis di atas kapal sempat mengabaikan gejalanya dan menganggapnya sebagai gangguan kecemasan (anxiety).
Menteri Kesehatan Spanyol, Javier Padilla Bernáldez, mengonfirmasi bahwa penumpang tersebut menunjukkan gejala serupa flu saat berada di pusat wabah mematikan tersebut.
Kendati demikian, laporan medis awal menyatakan kondisinya sempat membaik tanpa disertai demam, sehingga gejalanya tidak dikategorikan sebagai infeksi virus.
"Mereka tidak menduga gejala tersebut kompatibel dengan hantavirus. Pasien mengeluhkan episode batuk beberapa hari sebelumnya yang kemudian hilang, dan saat itu yang terlihat hanyalah gejala stres atau kegugupan. Karena itu, kasusnya tidak dikatalogkan sebagai hantavirus," ujar Padilla dalam keterangan resminya yang dikutip the Guardian Selasa 12 Mei 2026.
Kondisi Kritis Pasca-Evakuasi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kondisi pasien wanita tersebut kini telah merosot ke tahap "sangat kritis" setelah diterbangkan ke Paris untuk perawatan intensif.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan apresiasi kepada pemerintah Spanyol atas tindakan evakuasi cepat tersebut.
"Bayangkan jika dia tetap berada di atas kapal lebih lama," ujar Dr. Tedros, menekankan urgensi penanganan medis yang lebih komprehensif bagi para penumpang.
Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, menyatakan bahwa hasil tes konfirmasi menunjukkan hasil positif pada Minggu malam seiring dengan memburuknya kondisi fisik pasien secara drastis. Saat ini, pasien sedang ditangani di unit khusus penyakit menular di sebuah rumah sakit di Paris.
Operasi Repatriasi yang Kompleks
MV Hondius meninggalkan dermaga di Tenerife, Kepulauan Canary, pada Senin malam waktu setempat. Keberangkatannya menandai akhir dari operasi repatriasi berskala besar yang melibatkan 120 orang dari 23 negara.
Otoritas Spanyol mendeskripsikan prosedur ini sebagai operasi yang "kompleks dan belum pernah terjadi sebelumnya".
Sejauh ini, wabah di kapal tersebut telah merenggut tiga nyawa dengan delapan kasus terkonfirmasi lainnya. Meski demikian, pihak berwenang terus meyakinkan publik bahwa risiko kesehatan global tetap rendah.
Sebagai langkah preventif, seluruh penumpang dan kru yang telah dievakuasi diwajibkan menjalani karantina mandiri selama 45 hari, terhitung sejak paparan terakhir pada 6 Mei 2026.
Penyebab pasti wabah ini masih dalam penyelidikan, namun dugaan kuat mengarah pada transmisi antarmanusia yang bermula setelah perjalanan pengamatan burung di Argentina, lokasi endemik hantavirus tempat kapal tersebut berangkat pada April lalu.










