TVRINews, Jakarta
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Urusan Islam menggelar program edukasi Zad al-Hajj di Masjid Quba sebagai bagian dari persiapan jemaah haji 1447 H/2026 M. Program ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman keilmuan dan spiritual calon jemaah dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut menyasar lebih dari 200 ribu jemaah dan menjadi salah satu program pembinaan terbesar menjelang musim haji tahun depan. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek ibadah haji dan kajian keislaman.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan agar jemaah memiliki pemahaman yang lebih utuh sebelum melaksanakan ibadah haji,” demikian keterangan yang dikutip dari The Islamic Information, Senin, 11 Mei 2026.
Program Zad al-Hajj mulai digelar sejak 6 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga akhir bulan Zulkaidah 1447 H. Tercatat terdapat 36 materi kajian yang disampaikan oleh para ulama.
Pembahasan dalam program ini meliputi fikih haji, tafsir Al-Qur’an terkait ibadah, tauhid, hingga pemahaman dasar ajaran Islam serta kajian kitab-kitab klasik.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga penguatan pemahaman keagamaan secara menyeluruh.
“Tujuannya adalah memberikan bekal ilmiah dan spiritual agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik dan terarah,” lanjut laporan tersebut.
Materi kajian disampaikan dalam berbagai bahasa untuk menjangkau jemaah internasional. Selain itu, jadwal kegiatan dibuat menyesuaikan agenda jemaah selama berada di Madinah agar tidak mengganggu rangkaian ibadah.
Program ini menjadi salah satu langkah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, dengan menitikberatkan tidak hanya pada layanan fisik, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual jemaah.
Dengan adanya program ini, jemaah diharapkan lebih siap secara ilmu dan pemahaman sebelum memasuki rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci.










