TVRINews – Doha
Insiden terbaru di Teluk menambah daftar panjang gangguan pelayaran komersial di tengah eskalasi konflik regional yang terus berlanjut.
Sebuah kapal pengangkut gas alam cair (liquified natural gas/LNG) milik Qatar dilaporkan mengalami insiden penyerangan saat melintasi perairan Teluk. Kendati demikian, pihak pengelola memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi aman tanpa ada laporan korban jiwa maupun pencemaran lingkungan.
Qatar Gas Transport Company melalui pernyataan resmi yang dirilis melalui Bursa Efek Qatar pada Minggu, 1 November 2026 waktu setempat, mengonfirmasi bahwa kapal tanker Al Mayeda terkena hantaman benda tak dikenal pada Jumat 30 Oktober 2026 malam.
"Kapal saat ini berada dalam kondisi aman dan tetap beroperasi, sementara evaluasi mendalam terkait dampak insiden tersebut tengah dilakukan oleh pihak berwenang," tulis pernyataan resmi perusahaan tersebut.
Berdasarkan data dari Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization) serta Operasi Perdagangan Maritim Britania Raya (UK Maritime Trade Operations), lebih dari 120 kapal komersial telah menjadi sasaran serangan sejak konflik berskala besar meletus pada Februari lalu.
Ketegangan di kawasan jalur perairan strategis ini kian meningkat menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran di awal konflik. Otoritas Iran secara konsisten memberikan peringatan keras bahwa setiap kapal yang berupaya melintasi jalur pelayaran vital tersebut tanpa izin akan menghadapi risiko kehancuran.
Situasi keamanan maritim semakin memburuk setelah Amerika Serikat memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di wilayah selatan Iran pada Juli lalu. Bulan Oktober tercatat sebagai periode terburuk sepanjang konflik berlangsung dengan sedikitnya 29 kapal terkena serangan, melampaui rekor sebelumnya pada Maret yang mencatat 20 insiden serupa.









