TVRINews, Spanyol
Banjir bandang yang melanda kota Alfafar di pinggiran Valencia telah menimbulkan bencana besar dengan mobil-mobil yang masih menumpuk di jalan bawah tanah akibat terendam air, sementara ribuan rumah di wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik. Bencana ini merenggut nyawa lebih dari 200 orang, dengan jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah.
Tim penyelamat menghadapi tantangan besar dalam evakuasi, di antaranya dengan menyedot bahan bakar dari kendaraan-kendaraan yang ditinggalkan akibat banjir untuk digunakan pada generator listrik, dalam upaya memulihkan pasokan listrik bagi sekitar 75 ribu rumah yang terputus.
Pusat Operasi Terkoordinasi di Valencia menyampaikan pada Jumat 1 November 2024, bahwa total korban jiwa akibat banjir ini telah mencapai 205 orang. Di wilayah Valencia sendiri, 202 korban telah terkonfirmasi tewas, sementara tiga lainnya tercatat di daerah tetangga Castilla-La Mancha dan Andalusia. Sejak Kamis, tercatat 50 korban tambahan di Valencia.
Selain operasi penyelamatan yang terus berlangsung, Pemerintah Daerah Valencia telah mengumumkan bahwa Pusat Kongres Valencia akan dialihfungsikan sebagai kamar jenazah sementara untuk menampung para korban yang terus bertambah.
Sebagai informasi, banjir bandang terjadi tiba-tiba pada Selasa 29 Oktober 2024 malam hari hingga Rabu 30 Oktober 2024 pagi hari, dengan intensitas hujan yang menyamai curah hujan tahunan di beberapa area dalam waktu hanya empat hingga lima jam.
Hujan deras dalam waktu singkat itu menyebabkan sungai-sungai meluap dan jalan-jalan kota berubah menjadi lautan air, menghanyutkan kendaraan dan menghancurkan infrastruktur.










