TVRINews – Dera Ismail Khan
Serangan di Naurang Bazar memicu kekhawatiran eskalasi konflik perbatasan dengan Afghanistan.
Ledakan besar mengguncang pasar yang padat di wilayah barat laut Pakistan pada Selasa 12 Mei 2026), menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.
Insiden ini menjadi serangan terbaru yang mengancam stabilitas keamanan di wilayah perbatasan serta berisiko memicu kembali ketegangan militer dengan Afghanistan. Ledakan yang terjadi di pusat keramaian Naurang Bazar tersebut seketika memicu kepanikan massal.
Saksi mata di lokasi kejadian Kepada AFP menggambarkan situasi mencekam saat kendaraan darurat melaju membelah kerumunan warga yang berusaha mengevakuasi korban.
Visual dari tempat kejadian menunjukkan deretan toko yang hancur serta bangkai kendaraan yang ringsek akibat kuatnya daya ledak.
Lembaga tanggap darurat setempat, Rescue 1122, mengonfirmasi skala dampak dari peristiwa tragis ini.
"Sembilan orang dipastikan tewas dan sekitar 30 lainnya mengalami luka-luka dalam ledakan di alun-alun kota tersebut," tulis pernyataan resmi Rescue 1122.
Kondisi fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kini berada di bawah tekanan besar. Mohammad Ishaq, pengawas medis di Rumah Sakit THQ, menyatakan bahwa pihaknya tengah menangani puluhan korban dengan tingkat luka yang bervariasi.
"Hingga saat ini, kami telah menerima 37 pasien. Beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis," ujar Ishaq saat memberikan keterangan mengenai penanganan medis para korban.
Korban dengan luka paling parah dilaporkan telah dilarikan ke rumah sakit rujukan di distrik Bannu.
Ketegangan Lintas Batas
Serangan di Naurang Bazar ini terjadi hanya berselang tiga hari setelah aksi bom mobil dan penyergapan pos polisi di distrik Bannu yang menewaskan 15 petugas kepolisian pada Sabtu lalu.
Pemerintah Pakistan menuding kelompok militan yang berbasis di Afghanistan sebagai dalang di balik serangan tersebut, yang kemudian memicu protes diplomatik keras dari Islamabad kepada pemerintah Kabul.
Menanggapi tuduhan tersebut, pemerintah Taliban di Afghanistan bersikap hati-hati. Pada Senin kemarin, juru bicara mereka menyatakan belum bisa memberikan komentar segera terkait tuduhan Pakistan.
Selama ini, Taliban secara konsisten membantah memberikan perlindungan kepada kelompok militan dan menegaskan bahwa isu militansi adalah persoalan domestik Pakistan.
Hubungan kedua negara bertetangga ini berada di titik terendah sejak Februari lalu, menyusul langkah Islamabad yang meluncurkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih menargetkan basis persembunyian militan.
Insiden terbaru di pasar Naurang ini dikhawatirkan akan menjadi katalisator bagi konfrontasi bersenjata yang lebih luas di sepanjang garis perbatasan.










