TVRINews – Bangladesh
Inisiatif Transportasi Publik Ramah Gender untuk Menekan Angka Pelecehan dan Membuka Lapangan Kerja
Pemerintah Bangladesh resmi memperkenalkan layanan transportasi publik khusus perempuan bernama "Pink Bus" guna menjamin keamanan serta kenyamanan mobilitas kaum hawa di ruang publik.
Inisiatif strategis ini digulirkan untuk menjawab tantangan laten terkait tingginya risiko pelecehan yang kerap dihadapi perempuan saat menggunakan moda transportasi massal.
Layanan perdana ini dikelola langsung oleh Bangladesh Road Transport Corporation (BRTC) Senin 31 Agustus 2026 dengan mengerahkan 14 armada khusus. Seluruh bus beroperasi melayani 13 trayek strategis yang mencakup wilayah perkotaan utama, termasuk Dhaka, Chittagong, serta Bogra.
Menteri Transportasi Jalan, Jembatan, Perkeretaapian, dan Pelayaran, Shaikh Rabiul Alam, memimpin langsung prosesi peluncuran resmi yang dipusatkan di Depo Truk BRTC Tejgaon.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga negara, khususnya perempuan, merupakan kewajiban mutlak negara yang tidak boleh diabaikan.
"Keamanan harus dijamin secara menyeluruh; bukan hanya ketika mereka sudah berada di dalam bus, melainkan sejak mereka menunggu di halte hingga tiba di tempat tujuan," ujar Rabiul Alam dalam pidatonya.
Ia menambahkan, kegagalan dalam menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman justru akan memicu keengganan perempuan untuk mengakses transportasi publik. Oleh karena itu, kehadiran armada khusus ini menjadi wujud nyata tanggung jawab negara dalam menciptakan mobilitas yang inklusif dan setara.
Salah satu aspek paling menonjol dari program ini adalah penerapan kru operasional yang sepenuhnya perempuan. Seluruh posisi pengemudi dan kondektur diisi oleh tenaga kerja perempuan terpilih.
Menteri Negara untuk Divisi Kereta Api, Transportasi Jalan, dan Jalan Tol, Habibur Rashid, menyoroti keunikan tersebut sebagai terobosan progresif di sektor transportasi domestik.
"Keistimewaan utama dari layanan ini terletak pada awaknya. Tidak hanya penumpangnya, tetapi pengemudi dan kondektur bus ini semuanya adalah perempuan," ungkap Habibur.
Selain meningkatkan aspek keselamatan, kebijakan ini juga dirancang untuk membuka peluang partisipasi ekonomi yang lebih luas bagi perempuan di sektor transportasi yang selama ini didominasi oleh laki-laki.
Pemerintah Bangladesh menargetkan ekspansi lanjutan secara bertahap dengan menambah hingga 100 unit bus listrik berwarna merah muda (pink) demi memperluas jangkauan layanan di masa mendatang.








