TVRINews – Amerika Serikat
Cuaca ekstrem berkecepatan tinggi melanda wilayah timur Amerika Serikat, memicu banjir pesisir luas, pemadaman listrik massal, serta pembatalan jadwal penerbangan.
Badai besar berintensitas lambat menerjang kawasan pesisir timur Amerika Serikat, membawa angin kencang, gelombang laut tinggi, serta curah hujan lebat yang menciptakan situasi berbahaya bagi jutaan warga.
Berdasarkan laporan dari Associated Press (AP), Otoritas Perumahan Kota New York mengonfirmasi pada sabtu 26 september 2026 satu korban jiwa akibat tertimpa pohon tumbang di wilayah Brooklyn. Tim darurat dari negara bagian Mid-Atlantic hingga New England bekerja ekstra keras untuk memulihkan aliran listrik yang terputus akibat pohon tumbang, yang berdampak pada sekitar 100.000 pelanggan di wilayah tersebut.
Dampak cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlanjut, dengan ancaman banjir besar yang diprediksi melanda sejumlah kawasan pesisir. Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menyatakan bahwa pusat koordinasi penanggulangan di daerah terdampak telah meningkatkan status kesiagaan mereka.
Bob Oravec, kepala prakirawan cuaca dari National Weather Service di College Park, Maryland, menjelaskan bahwa wilayah timur laut AS akan terus menghadapi angin kencang, pasang air laut tinggi, serta potensi hujan lebat selama beberapa hari ke depan.
"Siapa pun yang berada di dalam atau dekat air akhir pekan ini secara harfiah sedang bertaruh dengan nyawa mereka," ujar Gubernur New York, Kathy Hochul, memperingatkan warganya agar menjauhi area pesisir.
Kondisi ini juga memaksa pembatalan ratusan penerbangan di Bandara Internasional Boston Logan, serta melumpuhkan akses transportasi di berbagai titik wisata populer. Sejumlah pejabat daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat pergerakan badai yang lambat berpotensi memperparah erosi pantai akibat terpaan angin dan gelombang berkepanjangan.










