TVRINews, Vladivostok
Presiden Rusia Vladimir Putin menargetkan volume pengiriman melalui koridor transportasi trans-Arktik mencapai sedikitnya 70 juta ton per tahun. Hal itu disampaikan Putin saat membuka sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026.
Target tersebut berarti volume angkutan melalui jalur yang menghubungkan Rusia dengan kawasan Asia-Pasifik itu akan meningkat setidaknya dua kali lipat dari level saat ini.
"Kami mengharapkan bahwa pada akhir dekade ini, volume pengiriman melalui koridor trans-Arktik akan mencapai setidaknya 70 juta ton per tahun. Artinya, akan tumbuh setidaknya dua kali lipat dari tingkat saat ini," kata Putin, Kamis, 3 September 2026.
Putin mengatakan negaranya tengah mengembangkan koridor trans-Arktik yang membentang dari St. Petersburg dan Murmansk melalui Jalur Laut Utara hingga Vladivostok dan selanjutnya menuju negara-negara Asia-Pasifik.
Koridor tersebut dikembangkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keamanan pasokan internasional di tengah kondisi global yang dinilai penuh risiko terhadap pelayaran dan perdagangan.
Jalur tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang baru bagi pengiriman transit serta memastikan pasokan yang tidak terputus ke wilayah Arktik Rusia.
"Jalur ini dirancang untuk memastikan fleksibilitas dan keamanan pasokan internasional, membuka peluang baru untuk pengiriman transit dan kabotase, untuk pasokan Utara yang tidak terputus ke wilayah Arktik Federasi Rusia," pungkasnya.










