TVRINews, Islandia
Gunung berapi yang terletak dekat ibu kota Islandia, Reykjavik, kembali meletus pada Rabu malam waktu setempat, menandai letusan kesepuluh dalam tiga tahun terakhir. Letusan ini memuntahkan lava dan asap tebal ke udara, memperburuk ketegangan terkait dengan aktivitas vulkanik yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Dilansir dari siaran Dunia Dalam Berita (DDB) TVRI, Kamis, 21 November 2024, menginformasikan kantor Meteorologi Islandia melaporkan bahwa gunung berapi tersebut memuntahkan lava panas dan gas, sementara video yang diunggah oleh situs LivefromIceland menunjukkan dua lokasi aktivitas gunung berapi: satu di puncak gunung di sebelah barat dan satu lagi dari Vogastapi, yang terletak di barat kota Vogar, di sisi utara Semenanjung Reykjanes.
Pihak berwenang telah lama memperingatkan kemungkinan terjadinya aktivitas vulkanik lebih lanjut di Semenanjung Reykjanes, terutama setelah penumpukan magma yang terakumulasi di bawah permukaan tanah. Meski begitu, letusan kali ini, yang termasuk dalam kategori letusan fisura, tidak menyebabkan penyebaran abu vulkanik secara signifikan.
Meskipun letusan ini tidak menimbulkan gangguan besar pada kehidupan sehari-hari, aktivitas vulkanik yang terus berulang di Reykjanes tetap menjadi perhatian serius. Warga dan pihak berwenang terus meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan terjadinya letusan lebih besar yang bisa berdampak pada keselamatan dan infrastruktur di sekitar wilayah tersebut.










