TVRINews – Auzkland
Kemitraan Strategis Indonesia dan Selandia Baru Bidik Ketahanan Pangan
Dalam Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang dihelat di Auckland, Indonesia dan Selandia Baru sepakat meningkatkan intensitas kolaborasi, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan transisi energi terbarukan. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama rekan sejawatnya dari Selandia Baru, Winston Peters.
Menlu RI Sugiono menegaskan bahwa kemitraan di sektor pangan memiliki arti krusial guna menjamin ketersediaan nutrisi yang memadai bagi generasi penerus bangsa.
"Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia," ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resmi yang diterima, dikutip Laman Resmi Kemlu Ri Sabtu 29 Agustus 2026.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, kedua delegasi membahas instrumen teknis guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian serta optimalisasi sektor peternakan sapi. Di saat bersamaan, kerangka kerja sama bilateral turut diarahkan pada akselerasi kapasitas energi bersih, dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi panas bumi serta tenaga surya di tanah air.
Selain isu pangan dan energi, forum dialog tingkat tinggi ini juga menyoroti pentingnya kelancaran arus perdagangan antarnegara. Kedua pejabat tinggi membahas efektivitas implementasi sertifikasi halal sebagai instrumen pendukung untuk memperlancar proses ekspor dan impor produk halal secara timbal balik.
Sektor pendidikan tidak luput dari agenda pembahasan. Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru menyamakan pandangan untuk memperluas akses beasiswa bagi pelajar Indonesia. Fokus utama pemberian fasilitas pendidikan ini diarahkan pada bidang-bidang keahlian yang menjadi prioritas pembangunan nasional jangka panjang.
Dalam dimensi geopolitik regional dan global, pertemuan bilateral ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan pandangan terhadap dinamika di kawasan Indo-Pasifik. Jakarta dan Wellington menegaskan komitmen bersama dalam merawat stabilitas, perdamaian, serta kesejahteraan kawasan melalui penguatan sinergi di berbagai forum multilateral, termasuk di dalamnya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Forum Kepulauan Pasifik (PIF).
Menlu Sugiono dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi sekaligus menyambut baik rencana keketuaan Selandia Baru pada Forum Kepulauan Pasifik (PIF) yang dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang. Indonesia optimistis kepemimpinan tersebut akan membawa dampak positif bagi kawasan.
Forum JMC sendiri berfungsi sebagai instrumen utama diplomasi bilateral guna memetakan kemajuan serta mengeksplorasi peluang kerja sama baru.
Pertemuan tahun ini sekaligus menjadi momentum krusial untuk mengawal implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia–Selandia Baru periode 2025–2029, sekaligus mempersiapkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2028. Rangkaian pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan Joint Statement sebagai landasan formal penguatan kerja sama ke depan.










