TVRINews, Tokyo
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama Forum Lingkar Pena (FLP) Jepang meluncurkan enam buku karya penulis Indonesia dalam kegiatan bertema "Menabur Karakter Baik melalui Literasi dari Indonesia untuk Dunia" di Balai Budaya Indonesia, Kompleks Sekolah Indonesia Tokyo, Senin, 6 Juli 2026.
Peluncuran buku sekaligus diskusi literasi ini menjadi wadah memperkuat budaya membaca dan menulis di kalangan diaspora Indonesia di Jepang. Kegiatan juga menghadirkan para penulis, penerbit, komunitas literasi, serta pemenang kompetisi menulis.
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, menegaskan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis generasi muda.
“Pesan dari Duta Besar Nurmala Kartini Sjahrir adalah agar terus diperkuat kegiatan literasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Kita perlu menyiapkan generasi berikutnya untuk semakin banyak meningkatkan kegiatan literasi baik itu membaca atau menulis. Buat para pemenang kami ucapkan selamat dan silahkan menikmati Jepang muda-mudahan bisa mendapatkan banyak pelajaran dan menginspirasi dalam menulis. Saat saya bertugas di Qatar dan berkesempatan mendampingi Almarhum Presiden ke-3 BJ Habibie, beliau ingatkan betapa pentingnya kebiasaan membaca buku dan mendorong kebiasaan literasi, mengingat hal tersebut adalah manifestasi intelektual bangsa yang perlu terus dilatih,” ujar Muhammad Al Aula, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia juga menyampaikan komitmen KBRI Tokyo dalam mendukung pengembangan literasi di kalangan diaspora Indonesia.
“KBRI Tokyo senantiasa mendukung kegiatan menulis di kalangan diaspora Indonesia. Dukungan penuh KBRI Tokyo, termasuk dengan menyediakan Balai Budaya Sekolah Indonesia Tokyo sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan, menjadi tanda nyata pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam merawat literasi Indonesia di luar negeri. Apresiasi tulus KBRI Tokyo kepada para penulis yang terus berkarya bagi bangsa,” tambahnya.
Ketua Forum Lingkar Pena Jepang, Mursyida Nurfadhilla, mengapresiasi kehadiran para penulis serta dukungan KBRI Tokyo dalam mengembangkan literasi Indonesia di Negeri Sakura.
“Kami di Forum Lingkar Pena Jepang percaya bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata tetapi juga menabur karakter, menyampaikan gagasan, dan menjaga akar keindonesiaan kami di negeri Sakura. Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi peluncuran karya-karya para penulis Indonesia ini, dan berharap buku-buku ini dapat menemani perjalanan literasi para pembaca, baik di tanah air maupun di berbagai belahan dunia. Terima kasih atas dukungan penuh dari KBRI Tokyo,” tutur Mursyida Nurfadhilla.
Dalam kegiatan tersebut diluncurkan enam buku karya penulis Indonesia, yakni Kumpulan Dongeng Fabel Pembangun Karakter, Antologi Memoar Kehidupan: Bertahan dan Bertumbuh, Jejak Terang di Ujung Malam, Sajak Putih Sang Penuntun, Surat-Surat yang Belum Usai, dan Satu Nusa, Beribu Rima.
Selain peluncuran buku, acara diisi talkshow bersama para penulis yang membahas proses kreatif di balik karya mereka. Diskusi dipandu Ketua Yayasan Rumah Indonesia Menulis sekaligus Direktur SIP Publishing, Indra Defandra. Para pemenang kompetisi menulis Dongeng Fabel Pembangun Karakter Baik juga menerima apresiasi dalam kesempatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi FLP Jepang, KBRI Tokyo, SIP Publishing, PaberLand, dan Yayasan Rumah Indonesia Menulis.
Forum Lingkar Pena Jepang merupakan komunitas penulis diaspora Indonesia di Jepang yang berfokus pada pengembangan literasi. Komunitas ini menjadi bagian dari jaringan Forum Lingkar Pena di berbagai negara dengan misi menumbuhkan karakter baik melalui karya tulis dari Indonesia untuk dunia.










