TVRINews - Fukuoka
KBRI Tokyo bersama berbagai mitra menggelar rangkaian kegiatan di Fukuoka, Jepang, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut mencakup resepsi diplomatik, seminar ekosistem usaha rintisan, Pesta Indonesia Fukuoka, hingga pelayanan imigrasi dan kekonsuleran bagi warga negara Indonesia (WNI).
Rangkaian kegiatan diawali dengan Resepsi Diplomatik yang digelar Liga Persahabatan Indonesia-Kyushu dengan dukungan KBRI Tokyo di Ballroom Hotel New Otani Fukuoka, Kamis, 1 Oktober 2026 lalu.
Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, resepsi diplomatik menjadi salah satu momentum untuk mempererat hubungan Indonesia dan Jepang, khususnya melalui hubungan antarmasyarakat.

“Hubungan baik Indonesia-Jepang berakar dari hubungan baik masyarakat kedua negara yang saling menghargai budaya masing-masing,” ujar Maria.
Maria mengungkapkan jumlah WNI yang berada di wilayah Kyushu mengalami peningkatan signifikan. Jumlah WNI tercatat sebanyak 5.610 orang pada Desember 2021 dan meningkat menjadi 36.446 orang pada akhir 2025.
Peningkatan jumlah tersebut diharapkan dapat semakin mendorong kerja sama Indonesia dengan wilayah Kyushu, khususnya Prefektur Fukuoka.
Konsul Kehormatan RI di Fukuoka Kazuyuki Ishibashi mengatakan hubungan dan kerja sama Indonesia-Jepang telah berkembang selama puluhan tahun. Sebagai Ketua Liga Persahabatan Indonesia-Kyushu yang dibentuk pada 1974, ia menyebut organisasi tersebut menjadi wadah untuk memperkuat hubungan kedua negara, khususnya di wilayah Kyushu.
Sehari setelah resepsi diplomatik, KBRI Tokyo menggelar seminar “Bridging Start-up Ecosystem and Financing Between Indonesia and Japan” pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kegiatan ini didukung Dopang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tokyo, BNI Tokyo, PT Pertamina (Persero), Pemerintah Kota Fukuoka, JETRO, dan sejumlah pihak lainnya.
Maria Renata Hutagalung mengatakan Indonesia dan Jepang memiliki potensi yang saling melengkapi dalam pengembangan ekosistem usaha rintisan.

Menurutnya, Indonesia memiliki pasar konsumen digital yang besar di Asia Tenggara, komunitas pendiri usaha yang relatif muda, serta pengalaman di sektor teknologi finansial, logistik, dan e-commerce. Namun, akses permodalan masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi usaha rintisan.
“Untuk itulah forum ini digelar dalam upaya mempertemukan pelaku usaha rintisan Indonesia dengan lembaga keuangan, korporasi, dan operator ekosistem inovasi Jepang,” katanya.
Seminar tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas pendiri usaha rintisan, investor, perbankan, pemerintah kota, serta komunitas kewirausahaan di wilayah Kyushu.
Kegiatan lainnya yakni Pesta Indonesia Fukuoka yang digelar berbagai komunitas Indonesia di Fukuoka pada 3-4 Oktober 2026 dengan dukungan KBRI Tokyo.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi WNI sekaligus sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.
Counsellor Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Iqbal Mohammad Amrullah mengatakan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang.
“Yang tidak kalah penting dan menjadi pondasi utama dari kuatnya hubungan kedua negara adalah semakin dekatnya hubungan antara masyarakat Indonesia dan Jepang dengan dilandasi oleh rasa saling menghormati,” ujar Iqbal.
Pesta Indonesia Fukuoka menghadirkan berbagai pertunjukan kesenian dan budaya tradisional Indonesia. Sebanyak 23 stan kuliner Indonesia juga turut meramaikan kegiatan dan menarik perhatian pengunjung, termasuk warga Jepang.

Selain kuliner, pengunjung dapat mengenal budaya Indonesia melalui stan angklung dan berbagai jenis wastra Nusantara. Sejumlah warga Jepang bahkan terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar angklung.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KBRI Tokyo juga membuka pelayanan imigrasi dan kekonsuleran bagi WNI di Fukuoka.
Sebanyak 444 WNI mengikuti pelayanan imigrasi yang meliputi pengurusan paspor dan affidavit bagi warga negara ganda.
Sementara itu, pelayanan kekonsuleran diikuti puluhan WNI dengan sejumlah layanan, di antaranya Lapor Diri, Surat Keterangan Pindah, legalisasi dokumen, dan layanan lainnya.
Pelayanan kekonsuleran tersebut turut dihadiri Sekretaris Pertama Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Hernawan Bagaskoro Abid.










