TVRINews, New Delhi
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengusulkan pembentukan jaringan bantuan darurat bagi pelaut antarnegara anggota BRICS. Usulan tersebut disampaikannya saat membuka BRICS ke-18 di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026.
Modi mengatakan jaringan tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan ketika terjadi keadaan darurat, bantuan medis, menghubungkan pelaut dengan keluarga, hingga mendukung proses evakuasi.
Keselamatan dan kesejahteraan pelaut menjadi salah satu isu yang disinggung Modi dalam KTT BRICS. Hal tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat dan gangguan terhadap sejumlah jalur pelayaran strategis.

"Para pelaut memberikan kontribusi besar terhadap perdagangan global. Namun, mereka sering kali tidak mendapatkan dukungan yang memadai ketika menghadapi situasi sulit. Usulan saya adalah, apakah kita bisa membentuk Jaringan Bantuan Darurat Pelaut?” kata Modi, Sabtu, 12 September 2026.
“Melalui jaringan ini, otoritas maritim dan perwakilan negara-negara terkait dapat saling terhubung. Jaringan ini dapat memberikan bantuan berupa informasi keadaan darurat, bantuan medis, menghubungi keluarga, serta evakuasi,” lanjutnya.
KTT BRICS ke-18 berlangsung di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain krisis di Asia Barat, gangguan di sekitar Selat Hormuz, perang Rusia-Ukraina, serta kebijakan perdagangan dan tarif Amerika Serikat.
India sebelumnya berulang kali menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran dan rute perdagangan tetap terbuka. Dalam konteks tersebut, perlindungan terhadap pelaut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran perdagangan global.
Modi juga mengaitkan usulan jaringan bantuan darurat bagi pelaut dengan seruan yang lebih luas agar negara-negara BRICS menerjemahkan kesepakatan bersama menjadi langkah nyata.
“Saya dengan senang hati menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang mengutamakan masyarakat dan kemanusiaan. Ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan menjadi prioritas kami,” pungkas Modi.










