TVRINews – Jakarta
Strategi Global Indonesia di BRICS perkokoh pengaruh Global South
Resmi bergabung sebagai anggota penuh blok ekonomi berkembang BRICS sejak awal 2025, Indonesia kini memposisikan diri sebagai jembatan penting atau bridge-builder antara kekuatan ekonomi berkembang dan tatanan global yang lebih inklusif.
Keikutsertaan aktif dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS, mulai dari Rio de Janeiro hingga kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada KTT ke-18 di New Delhi, mencerminkan komitmen kuat Jakarta dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.
Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran Indonesia bertujuan untuk memastikan blok tersebut menjadi bagian dari solusi atas tantangan global, bukan pemicu polarisasi baru.
"Indonesia memandang keanggotaan ini sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, serta mendorong reformasi tata kelola global dan sistem perdagangan internasional yang berlandaskan prinsip kesetaraan," demikian intisari arah kebijakan luar negeri bebas aktif yang terus diusung pemerintah.(Data Rilis Bakom RI)
Berdasarkan Data yang dirilis Badan Komunikasi Pemeritahan RI (Bakom RI), Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara yang menyumbang 34,5 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN pada 2024, Indonesia membawa pengaruh signifikan.
Dengan rekam jejak perdagangan yang solid termasuk surplus perdagangan dengan ASEAN senilai US$3,07 miliar pada kuartal pertama 2025 Jakarta menjembatani konektivitas ekonomi antara kawasan regional dan kekuatan global BRICS.
Melalui mekanisme kelembagaan seperti jalur Sherpa yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Indonesia aktif mengawal tiga pilar utama kerja sama: politik-keamanan, ekonomi-keuangan, serta sosial-budaya. Langkah ini melengkapi keterlibatan tradisional Indonesia di forum multilateral lain seperti G20, APEC, dan ASEAN, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai jangkar stabilitas dan kemakmuran kawasan.










