TVRINews – La Guaira,Venezuela
Empat hari terjepit beton, tim gabungan berhasil mengevakuasi korban gempa Venezuela..
Di tengah duka mendalam pasca-gempa kembar yang melanda pesisir utara Venezuela, sebuah peristiwa tak terduga memantik harapan. Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi seorang pria dan putranya dari balik reruntuhan bangunan, empat hari setelah bencana mengguncang wilayah tersebut.
Pada Minggu 28 Juni 2026 waktu setempat, suasana di La Guaira, salah satu wilayah terdampak paling parah, yang sebelumnya diselimuti keputusasaan, mendadak berubah menjadi haru.
Tim pencarian dan penyelamatan dari Virginia (Amerika Serikat), Prancis, dan Venezuela, yang bekerja bersama warga setempat, mendapati tanda kehidupan di bawah tumpukan beton yang sebelumnya dianggap tidak menyisakan peluang selamat.
(Petugas pemadam kebakaran AS dari Fairfax County saat menarik korban selamat dari reruntuhan di La Guaira, Venezuela, Minggu, 28 Juni 2026. (Foto AP/Matias Delacroix))
Saksi mata di lokasi, jurnalis Associated Press (AP) Juan Pablo Arraez, menggambarkan suasana ketegangan saat proses evakuasi berlangsung.
"Pada tahap ini, banyak orang mulai kehilangan harapan. Anda bisa melihatnya di wajah mereka," ujar Arraez.
"Namun, ketika seseorang berhasil selamat, seperti ayah dan anak ini, itu bukan sekadar secercah cahaya, melainkan harapan nyata bagi banyak orang."
Dalam rekaman visual di lokasi kejadian, tim penyelamat dengan hati-hati menarik sang ayah dari lubang reruntuhan. Meski dalam kondisi lemas, pria tersebut masih menggenggam ponselnya.
Tak lama berselang, putranya juga berhasil dievakuasi oleh petugas yang mengenakan seragam tim penyelamat Fairfax County Urban Search & Rescue.
Sorak sorai dan tepuk tangan pecah dari kerumunan warga saat kedua korban dibawa menuju ambulans. Momen ini menjadi oase di tengah tragedi yang melanda negara tersebut.
(Tim pencarian dan penyelamatan berhasil mengevakuasi anak dan ayahnya dari bangunan yang ambruk akibat gempa di La Guaira, Venezuela, Minggu, 28 Juni 2026. (Foto AP/Matias Delacroix))
Hingga Minggu, otoritas setempat melaporkan jumlah korban jiwa mencapai 1.450 orang, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka dan banyak yang masih dinyatakan hilang.
Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang terjadi berturut-turut pada Rabu lalu ini tercatat sebagai bencana alam terbesar yang menimpa Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.
Secara medis, peluang bertahan hidup pasca-bencana alam umumnya menyusut drastis setelah melewati masa emas 48 hingga 72 jam. Namun, akses terhadap air dan cadangan nutrisi terbatas terkadang memberikan kelonggaran waktu bagi korban untuk bertahan lebih lama.
Selain keberhasilan evakuasi ayah dan anak tersebut, titik-titik optimisme lainnya mulai terlihat. Sebelumnya, seorang wanita juga berhasil diselamatkan setelah terjebak selama 70 jam.
Ia tampak tersenyum dan melambaikan tangan kepada warga yang menyambutnya di atas tandu. Di sisi lain, potret kemanusiaan juga terpancar saat petugas pemadam kebakaran Venezuela terlihat memberikan air kepada seekor anjing yang terjepit di sela-sela beton.
Upaya pencarian dan penyelamatan internasional kini terus berpacu dengan waktu, mengubah reruntuhan yang sunyi menjadi titik-titik perjuangan untuk mempertahankan kehidupan.










