TVRINews – Deir Al – Balah, Jalur Gaza
Korban Jiwa Bertambah Akibat Gempuran Tank di Gaza.
Operasi militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa. Otoritas kesehatan setempat melaporkan sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara dan tembakan artileri pada Minggu 28 Juni 2026 Malam waktu setempat.
Di wilayah Gaza utara, sebuah serangan menyasar sekelompok warga di Beit Lahiya. Menurut keterangan dari Bulan Sabit Merah Palestina, insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, kawasan Gaza selatan juga tidak luput dari gempuran. Pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi kematian seorang pria akibat serangan udara.
Selain itu, seorang anak perempuan berusia 13 tahun bernama Eileen al-Farra dinyatakan meninggal dunia setelah terkena serpihan peluru dari tembakan tank Israel di wilayah yang sama.
Menanggapi laporan tersebut, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi secara rinci. Namun, otoritas militer menyatakan bahwa salah satu operasi mereka ditujukan untuk menyasar target yang diidentifikasi sebagai anggota Hamas, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di lapangan, warga Palestina melaporkan adanya intensitas tembakan tank yang cukup berat serta kehadiran unit pesawat nirawak (quadcopter) yang terus memantau wilayah tersebut.
Meski intensitas pertempuran berskala besar telah menurun sejak kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu, laporan mengenai korban jiwa di kalangan warga sipil terus bermunculan hampir setiap hari.
Israel menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan merupakan respons terhadap pelanggaran gencatan senjata serta upaya untuk melumpuhkan ancaman dari kelompok militan Hamas.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas lembaga yang catatannya dianggap kredibel oleh badan-badan PBB dan pakar independent lebih dari 1.040 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa sekitar separuh dari total korban jiwa adalah perempuan dan anak-anak. Di pihak Israel, militer mencatat lima prajurit gugur dalam periode yang sama.
Konflik berkepanjangan ini dipicu oleh serangan pimpinan Hamas ke wilayah Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan penyanderaan terhadap 251 orang. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, total korban jiwa di pihak Palestina akibat ofensif balasan Israel kini telah melampaui 73.050 orang.










