TVRINews – Istanbul, Turki
Empat awak terluka setelah kapal kargo berbendera Kamerun yang membawa pasokan buah segar dihantam serangan drone di dekat pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam.
Sebuah kapal kargo jenis roll-on/roll-off (ro-ro) milik perusahaan Turki yang mengangkut buah dan sayuran segar dilaporkan menjadi sasaran serangan drone di perairan Laut Hitam.
Insiden yang terjadi dekat pelabuhan Novorossiysk, Rusia, tersebut melukai empat orang awak kapal, termasuk tiga di antaranya warga negara Turki.
Berdasarkan laporan kantor berita Turki, IHA, kapal bermuatan logistik komersial bernama Nadezhda itu diserang pada senin 3 Agustus 2026 pukul 16.30 waktu Turki. Saat insiden berlangsung, kapal yang berlayar dari Samsun menuju Novorossiysk tersebut berada pada jarak sekitar 30 mil laut dari pelabuhan tujuan.
Kapal Nadezhda diketahui berbendera Kamerun dan tercatat dalam data maritim dikelola oleh perusahaan pelayaran asal Samsun, Kalyoncu Shipping, dengan mayoritas awak berkebangsaan Turki.
Akibat hantaman tersebut, kebakaran sempat terjadi di atas kapal. Para awak kapal dengan sigap berupaya memadamkan api yang berkobar.
Kapten kapal, Yalcin Sahin, menyampaikan bahwa serangan itu diduga dilancarkan oleh pihak Ukraina dengan mengerahkan enam hingga tujuh unit drone.
"Seluruh awak kapal dipastikan selamat, meski ada beberapa yang mengalami luka-luka," ujar Sahin dalam laporan yang dihimpun, seraya menambahkan bahwa proses pendataan ulang telah dilakukan dan tidak ada awak yang dilaporkan hilang.
IHA mengonfirmasi bahwa empat awak menderita luka-luka akibat serangan tersebut, dengan tiga di antaranya merupakan warga negara Turki. Kendati demikian, laporan awal belum merinci tingkat keparahan cedera yang dialami para korban.
Kehadiran drone di sekitar lokasi kejadian dilaporkan sempat menghambat kapal Angkatan Laut Rusia untuk mendekati Nadezhda guna memberikan bantuan darurat. Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah kapal patroli Rusia berada di sisi kapal nahas tersebut pasca-insiden.
Hingga berita ini diturunkan, klaim bahwa serangan drone tersebut berasal dari Ukraina belum dapat diverifikasi secara independen.
Catatan Keselamatan Maritim
Berdasarkan data MarineTraffic, kapal Nadezhda memiliki nomor Organisasi Maritim Internasional (IMO) 7702657 dengan panjang keseluruhan 118,73 meter dan lebar 18,83 meter.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang dapat diverifikasi secara independen dari pihak operator kapal maupun otoritas resmi Rusia dan Ukraina terkait insiden tersebut.
Insiden ini menambah panjang daftar risiko keselamatan bagi kapal-kapal komersial milik atau yang dioperasikan oleh pihak Turki di kawasan Laut Hitam sejak eskalasi perang Rusia-Ukraina dimulai.
Sepanjang konflik yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun ini, Ukraina kerap menargetkan kapal-kapal berbendera Rusia di Laut Hitam, serta menuduh Moskow menggunakan jalur maritim tersebut untuk mendistribusikan barang-barang sanksi, termasuk minyak.
Di sisi lain, Rusia secara konsisten meluncurkan serangan terhadap infrastruktur pelabuhan dan kapal-kapal yang mendekati wilayah perairan Ukraina sebuah tindakan yang dikecam oleh Kyiv sebagai kejahatan perang.
Pemerintah Turki sendiri telah berulang kali melayangkan peringatan bahwa eskalasi serangan terhadap jalur pelayaran komersial berisiko memperluas dampak konflik di luar zona pertempuran langsung, di tengah upaya kapal-kapal berbendera Turki yang terus beroperasi di jalur Laut Hitam yang sarat ketegangan.









