TVRINews, Jakarta
Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan mengalami gelombang panas ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Fenomena tersebut dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang membentuk heat dome atau kubah panas, sehingga menyebabkan suhu udara melonjak hingga mendekati bahkan melampaui 50 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Dikutip dari Gulf News, Senin, 3 Agustus 2026, sedikitnya 10 negara Arab diperkirakan terdampak kondisi cuaca ekstrem tersebut. Wilayah yang diprediksi mengalami suhu paling tinggi meliputi Kuwait, Irak, bagian timur Arab Saudi, serta kawasan gurun dan pedalaman Uni Emirat Arab (UEA).
Fenomena heat dome terjadi ketika tekanan tinggi di lapisan atmosfer memerangkap udara panas di dekat permukaan bumi. Kondisi ini menghambat pembentukan awan dan membuat suhu terus meningkat selama beberapa hari berturut-turut.
“Model cuaca menunjukkan kawasan Semenanjung Arab dan Irak akan menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan, dengan suhu siang hari diperkirakan mencapai sekitar 50 derajat Celsius, bahkan lebih tinggi di beberapa lokasi,” tulis Gulf News, mengutip analisis model prakiraan cuaca regional, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain kawasan Teluk, dampak cuaca panas juga diperkirakan meluas ke Suriah, Yordania, Lebanon, dan Palestina. Di Suriah bagian timur serta wilayah gurun, suhu udara diperkirakan mendekati 40 derajat Celsius, sementara kawasan pegunungan diperkirakan masih memiliki suhu yang relatif lebih sejuk.
Badan-badan meteorologi di sejumlah negara Timur Tengah juga telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta mewaspadai risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu ekstrem.
Di Uni Emirat Arab, National Center of Meteorology (NCM) mencatat suhu tertinggi mencapai 50 derajat Celsius di kawasan Al Shawamekh, Abu Dhabi, pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
Meski demikian, NCM menyebut kondisi atmosfer pada awal pekan depan juga berpotensi memicu pembentukan awan konvektif di wilayah timur dan selatan UEA yang dapat menimbulkan hujan lokal pada Senin hingga Selasa sore.
Sementara itu, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan suhu udara di negara tersebut akan tetap berada di atas rata-rata hingga Oktober 2026. Berdasarkan prakiraan iklim tiga bulanan, peluang terjadinya suhu di atas normal mencapai 60 hingga 80 persen, dengan anomali suhu sekitar 2,5 derajat Celsius di atas rata-rata klimatologis pada Agustus hingga Oktober.
Otoritas meteorologi setempat mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi serta meningkatkan kewaspadaan selama periode gelombang panas berlangsung.









