TVRINews - Kyiv
Drone dan Rudal Hantam Area Permukiman di Kyiv
Serangan udara masif yang melibatkan kombinasi drone dan rudal menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis 2 Juli 2026 dini hari waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan setidaknya dua warga sipil tewas dan sedikitnya 16 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan tersebut menyasar sejumlah bangunan tempat tinggal, memicu kebakaran hebat di sebuah hotel yang terletak di kawasan pusat kota, tepatnya di Shevchenko Boulevard.
Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan luka-luka tersebut. Sementara itu, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui saluran Telegram resminya melaporkan kerusakan struktural yang parah.
"Lantai satu hingga lantai enam sebuah gedung apartemen runtuh total setelah terkena hantaman langsung," tulis Klitschko dalam laporannya.
Ia juga menambahkan bahwa di antara korban luka terdapat petugas medis dan pengemudi ambulans yang sedang bertugas di stasiun ambulans setempat. Hingga saat ini, proses evakuasi masih dilakukan karena dikhawatirkan masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan.
Eskalasi Ketegangan Regional
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang saat kejadian tengah berada di Dublin untuk menghadiri agenda kepresidenan Uni Eropa, memutuskan untuk segera mempersingkat kunjungannya. Sebelumnya, Zelensky sempat memberikan peringatan dini mengenai potensi serangan udara besar-besaran yang akan menyasar ibu kota.
Dampak serangan ini memicu kekhawatiran meluas di kawasan Eropa Timur. Sebagai langkah preventif, otoritas pertahanan Polandia negara anggota NATO dan Uni Eropa mengonfirmasi bahwa mereka telah mengerahkan pesawat tempur untuk memantau situasi di wilayah udara perbatasan.
Ketegangan antara kedua negara kini mencapai titik krusial. Di sisi lain, Rusia juga melaporkan adanya serangan drone di wilayah mereka. Gubernur Leningrad, Alexander Drozdenko, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil melumpuhkan enam drone di wilayah tersebut, sementara otoritas di Belgorod melaporkan satu warga sipil tewas akibat serangan drone di kediaman pribadinya.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Rusia maupun Ukraina tetap berpegang pada pernyataan resmi mereka bahwa militer masing-masing tidak menargetkan penduduk sipil dalam operasi militer tersebut. Meski demikian, intensitas serangan yang meluas sejak pertengahan Juni lalu mencerminkan eskalasi konflik yang kian mengkhawatirkan bagi stabilitas keamanan regional.










