TVRINews – Sapporo
Perjalanan dinas Duta Besar RI ke Hokkaido menandai langkah strategis dalam perlindungan WNI dan peningkatan hubungan bilateral di sektor ketenagakerjaan serta pariwisata.
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, melakukan kunjungan kerja krusial ke Kota Sapporo, Prefektur Hokkaido, dalam Misi mempererat kolaborasi antara Indonesia dan wilayah Hokkaido, mencakup penguatan perlindungan WNI, promosi ekonomi, hingga sektor pendidikan.
Dalam pertemuan dengan Konsul Kehormatan (Konhor) RI di Sapporo, Shigeru Nakayama, Dubes Kartini menekankan pentingnya aksesibilitas informasi kekonsuleran bagi warga Indonesia yang bermukim di wilayah tersebut. Jarak geografis yang signifikan antara Sapporo dan Tokyo menjadi tantangan utama yang harus dimitigasi.
"Kami mengapresiasi kontribusi Konhor dalam pelayanan WNI dan promosi budaya. Untuk memperkuat kehadiran informasi mengenai Indonesia, kami menginisiasi pembentukan Indonesian Corner yang akan dipusatkan di kantor Konhor," ujar Dubes Kartini dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis 2 Juli 2026.
Penguatan Hubungan People-to-People
Selaras dengan upaya diplomasi tersebut, Dubes Kartini melakukan diskusi strategis dengan Wali Kota Sapporo, Katsuhiro Akimoto. Fokus pembicaraan meliputi ekspansi peluang di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, dan pariwisata. Data menunjukkan tren positif kunjungan wisatawan timbal balik antara kedua negara, yang dinilai sebagai pilar penting bagi hubungan antarwarga (people-to-people contact).
"Hubungan antarmasyarakat yang solid memiliki bobot yang sama strategisnya dengan diplomasi antar-pemerintah dalam memperkokoh kemitraan kedua bangsa," tambah Dubes Kartini.
Sebagai bentuk apresiasi atas hubungan bilateral yang terus berkembang, Wali Kota Akimoto secara khusus mengundang delegasi Indonesia untuk menghadiri Sapporo Snow & Ice Festival pada Februari 2027 mendatang.
Perlindungan dan Konservasi
Di tengah agenda formalnya, Dubes Kartini meninjau kondisi tiga orang utan asal Indonesia Rembo, Teijiro, dan Reito di Maruyama Zoo. Pihak kebun binatang mengonfirmasi bahwa satwa endemik Indonesia tersebut merupakan daya tarik utama pengunjung, yang membuka celah bagi kerja sama edukasi publik dan konservasi lebih lanjut.
Kunjungan ini juga menjadi momen krusial bagi peningkatan layanan konsuler. Mengingat jumlah WNI di Hokkaido melonjak signifikan menjadi 12.841 jiwa pada akhir 2025, KBRI Tokyo menggelar layanan jemput bola (imigrasi dan pendidikan) yang dimanfaatkan oleh sekitar 230 WNI.
Menutup rangkaian kunjungannya, Dubes Kartini mengingatkan pentingnya kepatuhan administratif. "Kami mengimbau seluruh WNI untuk aktif melakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI. Hal ini bersifat krusial sebagai langkah mitigasi keamanan, terutama dalam merespons situasi darurat atau potensi bencana," tegasnya.










