TVRINews – Oleshky, Ukraina
Konvoi bantuan kemanusiaan bersiap memasuki wilayah konflik Ukraina menyusul jeda pertempuran yang telah memasuki hari ketiga.
Bantuan kemanusiaan internasional bersiap memasuki kota Oleshky setelah kesepakatan gencatan senjata lokal antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ketiga pada Kamis 29 Oktober 2026. Proses penyaluran logistik ini dilakukan menyusul pembersihan ranjau darat secara intensif di sejumlah jalur utama oleh tim teknis kedua negara.
Moskow dan Kyiv telah mematuhi jeda pertempuran di sekitar wilayah selatan Ukraina tersebut sejak Selasa 27 Oktober 2026, meski konfrontasi bersenjata tetap berlanjut di wilayah lain. Upaya dialog damai sebelumnya kerap mengalami kegagalan atau berumur pendek di tengah konflik berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
"Penyapuan ranjau di jalur-jalur yang telah ditentukan telah selesai, dan konvoi kemanusiaan kini telah siap," ujar Dmytro Lubinets, ombudsman yang memimpin tim perunding Ukraina, pada Kamis. Penyaluran bantuan tersebut dijadwalkan mulai didistribusikan hari ini Jumat 30 Oktober 2026.
Di luar wilayah gencatan senjata, eskalasi serangan mematikan masih terus dilaporkan. Bank Sentral Ukraina memperingatkan bahwa kerusakan parah pada sektor industri akibat serangan udara berisiko menyeret perekonomian nasional masuk ke jurang resesi.
Serangan pesawat tanpa awak (drone) berteknologi jet milik Rusia dilaporkan menghantam dua kereta penumpang di stasiun Dnipro, Ukraina tengah. Insiden tersebut merenggut sedikitnya 14 nyawa dan melukai 14 orang lainnya, termasuk seorang pria berusia 40 tahun yang harus menjalani amputasi kaki, menurut keterangan pejabat setempat.
Selain itu, serangan rudal jelajah Rusia menewaskan dua remaja perempuan berusia 15 tahun di kota Chernihiv, sementara tiga warga sipil tewas ketika sebuah drone menghantam blok apartemen di Kremenchuk. Otoritas setempat mencatat total 56 orang mengalami luka-luka dalam rentetan serangan tersebut, termasuk 10 anak-anak.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan 1.214 drone Ukraina dalam serangan malam hari yang tercatat sebagai salah satu operasi terbesar Kyiv. J
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat menteri G20 di Atlanta mulai Jumat.
Jeda pertempuran selama enam hari di sekitar Oleshky yang diduduki Rusia ini memberikan sedikit ketenangan bagi warga sipil di kota Kherson yang dipegang Ukraina. Kedua pihak dilaporkan menyampaikan apresiasi atas peran mediasi yang diinisiasi untuk memfasilitasi pengiriman pasokan makanan dan obat-obatan bagi sekitar 2.000 warga yang terjebak.
"Kedua belah pihak sepenuhnya mematuhi kesepakatan, dan sejauh ini tidak ada laporan pelanggaran gencatan senjata," kata Lubinets.
Pernyataan senada disampaikan oleh perunding Rusia, Yana Lantratova. Ia mengonfirmasi bahwa gencatan senjata berjalan stabil dan para insinyur militer Rusia terus bekerja membersihkan ranjau di akses jalan Oleshky.
"Kedua belah pihak sepenuhnya menghormati komitmen mereka," ujar Lantratova. "Hal ini memungkinkan personel militer untuk melanjutkan pembersihan ranjau di jalan raya dan menyiapkan jalur aman bagi konvoi kemanusiaan."
Media pemerintah Belarus melaporkan bahwa perwakilan Rusia dan Ukraina dijadwalkan terbang bersama ke Kherson dari Homel, Belarus. Warga sipil juga dilaporkan akan diberi kesempatan untuk meninggalkan wilayah tersebut menuju Rusia atau Ukraina, meski mekanisme rinci evakuasi tersebut belum diumumkan secara terbuka.










