TVRINews, Saudi
Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj Saudi) memperkenalkan sistem kontrak digital untuk penyelenggaraan umrah musim 1448 H. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah besar transformasi layanan ibadah berbasis teknologi yang terus diperluas pemerintah setempat.
Mengutip Gulf News, sistem baru tersebut digunakan dalam kerja sama antara penyedia layanan dan agen perjalanan luar negeri melalui platform Masar Nusuk. Seluruh proses administrasi kontrak kini dialihkan ke sistem digital sehingga tidak lagi dilakukan secara manual.
Melalui mekanisme ini, setiap tahapan kerja sama diproses secara otomatis dan terintegrasi. Pemerintah juga menerapkan kontrak elektronik standar yang dilengkapi sistem verifikasi berbasis kode QR yang tersambung langsung dengan platform Nusuk.
Kemenhaj Saudi menjelaskan, penerapan sistem ini dilakukan menjelang dibukanya pengajuan visa umrah 1448 H. Pengajuan visa dijadwalkan mulai 31 Mei 2026, sementara izin pelaksanaan umrah melalui aplikasi Nusuk akan dapat diakses mulai 1 Juni 2026.
“Transformasi ini dirancang untuk menyederhanakan prosedur, meningkatkan kecepatan layanan, dan memperkuat kesiapan sektor umrah secara keseluruhan,” demikian keterangan Kemenhaj Saudi sebagaimana dikutip Gulf News, Selasa, 12 Mei 2026.
Tidak hanya menyasar agen luar negeri, sistem digital ini juga diberlakukan untuk perusahaan penyelenggara umrah di dalam negeri. Mereka dapat menggunakan platform yang sama untuk menjalin kerja sama dengan berbagai penyedia layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, katering, hingga penyusunan paket perjalanan.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa integrasi ini bertujuan memperkuat ekosistem layanan umrah agar lebih efisien, transparan, dan terhubung secara digital.
Di sisi lain, Kemenhaj Saudi juga memperkuat layanan informasi dan pengaduan dengan menghadirkan pusat layanan terpadu di nomor 1966 yang aktif 24 jam.
Layanan ini tersedia dalam 11 bahasa untuk menjangkau jemaah dari berbagai negara.
“Pusat layanan ini disiapkan agar jemaah dapat memperoleh bantuan dan informasi kapan pun dibutuhkan, tanpa hambatan bahasa,” demikian penjelasan resmi Kemenhaj Saudi.
Langkah tersebut menegaskan arah baru Arab Saudi dalam pengelolaan layanan haji dan umrah yang semakin mengandalkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah internasional.










