TVRINews – Barcelona, Spanyol
Petugas pemadam kebakaran di Spanyol berjibaku memadamkan kebakaran hutan terbesar dalam sejarah modern, sementara gelombang panas ekstrem melumpuhkan berbagai kawasan di Benua Eropa.
Petugas pemadam kebakaran di kawasan pusat Spanyol berjibaku memadamkan kebakaran hutan dahsyat yang telah melahap lebih dari 32.000 hektare (79.000 acre). Insiden ini tercatat sebagai salah satu bencana kebakaran terbesar dalam sejarah modern negara tersebut.
Kebakaran yang melanda wilayah perdesaan Guadalajara itu terjadi kurang dari dua pekan setelah tragedi mematikan merenggut nyawa di sebuah komunitas ekspatriat kecil di selatan Spanyol.
Kebakaran yang sangat ganas tersebut sebelumnya menewaskan 13 orang, termasuk beberapa warga negara asing, dalam salah satu musibah terburuk di Eropa selatan.
(Petugas jagawana beristirahat sebelum kembali bekerja memadamkan kebakaran dekat Condemios de Arriba, Provinsi Guadalajara, Spanyol, pada hari Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: AP News/Manu Fernandez))
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez melakukan kunjungan langsung ke kawasan terdampak di Guadalajara pada hari Rabu. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerukan adanya pakta politik lintas partai untuk menghadapi ancaman nyata perubahan iklim.
“Tahun demi tahun, kita dapat melihat dengan jelas bagaimana perubahan iklim membunuh dan menghancurkan kekayaan di komunitas kita. Ini bukan soal politik. Ini adalah sains, ini tentang fakta.” Ujar Pedro Sánchez, Perdana Menteri Spanyol kepada Media Rabu 22 juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Sánchez di desa Tamajón, yang terletak kurang dari dua jam perjalanan darat ke arah timur laut Madrid. Sepanjang tahun ini, Spanyol tercatat telah mengalami 22 kebakaran hutan besar, yang didefinisikan sebagai kebakaran dengan luas area terbakar melampaui 500 hektare (1.235 acre).
Pemimpin dari faksi sosialis tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 100.000 hektare (247.000 acre) lahan telah hangus terbakar hanya dalam paruh pertama tahun ini. Angka tersebut telah menyamai rata-rata total tahunan Spanyol selama satu dekade terakhir.
Sementara itu, Menteri Transisi Ekologi Spanyol Sara Aagesen mendeskripsikan kebakaran Guadalajara sebagai salah satu insiden terbesar dalam sejarah kontemporer negara tersebut, sekaligus yang paling masif bagi kawasan Castilla-La Mancha. Berdasarkan data dari kementerian transisi ekologi yang dikutip oleh kantor berita EFE, kebakaran Guadalajara merupakan yang terbesar kedua dalam catatan sejarah Spanyol, menyusul rekor tahun lalu di barat laut negara tersebut yang menghanguskan sekitar 37.000 hektare (91.000 acre).
Otoritas regional melaporkan bahwa tim pemadam yang didukung oleh pesawat pengebom air sejauh ini berhasil melindungi pemukiman di seluruh 40 desa yang berada di jalur api, di mana 90 persen wilayahnya merupakan bagian dari taman nasional.
Emiliano García-Page, Presiden Regional Castilla-La Mancha, menyatakan optimisme bahwa kebakaran yang telah berlangsung hampir sepekan itu dapat segera dikendalikan.
Miguel Ángel Moreno, selaku Wali Kota desa Zarzuela de Jadraque, menuturkan bahwa 100 warganya telah dievakuasi sejak hari Jumat, dengan 14 di antaranya mengungsi di tempat penampungan Palang Merah.
“Mereka harus berlari dari satu sisi desa ke sisi lainnya untuk memadamkan api. Selain para pahlawan yang menjuarai Piala Dunia, kita memiliki pahlawan lain yang tetap tidak dikenal.” Miguel Ángel Moreno, Wali Kota Zarzuela de Jadraque
Eropa Hadapi Cuaca Panas Ekstrem
Dampak gelombang panas dan kekeringan juga dirasakan secara luas di berbagai penjuru Eropa. Di Sisilia, Italia, petugas pemadam kebakaran mencatat lebih dari 1.000 operasi penanggulangan sejak hari Sabtu hingga rabu 22 Juli 2026. Seluruh departemen pemadam kebakaran di pulau tersebut bahkan memberlakukan sistem kerja dua kali lipat untuk mengatasi gelombang kebakaran.
(Asap Tebal di atas Rumah warga saat kebakaran hutan meluas di dekat Condemios de Arriba, Provinsi Guadalajara, Spanyol, pada hari Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: AP News/Manu Fernandez))
Situasi serupa terjadi di Yunani yang terpanggang gelombang panas, di mana suhu diprediksi menembus angka 42 derajat Celsius (107 derajat Fahrenheit). Sejumlah wilayah di bagian selatan dan tengah Yunani, termasuk kawasan Athena, berada dalam tingkat siaga tertinggi atas ancaman bahaya kebakaran.
Negara tetangga Siprus turut mengeluarkan peringatan dini terkait suhu tinggi yang diestimasi mencapai 43 derajat Celsius (109 derajat Fahrenheit). Di Inggris, kondisi kering berkepanjangan melanda sebagian besar wilayah selatan Inggris, memicu pembatasan penggunaan selang air bagi jutaan penduduk oleh perusahaan utilitas Thames Water.
Sementara itu, badan kesehatan publik Prancis melaporkan bahwa gelombang panas bersejarah pada bulan lalu telah memicu lonjakan angka kematian hingga sedikitnya 5.700 jiwa di atas rata-rata normal, mempertegas eskalasi dampak krisis iklim global terhadap keselamatan umat manusia.










